Polres Bondowoso Terima Kedatangan Tim Wasrik

Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Kompol Kukuh S. Kurniawan SH.,MH., didampingi seluruh pejabat utama Polres Bondowoso menerima...

Sebuah Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

Wringin Anom kecamatan Panarukan,Rumah milik warga Kabul (70), pekerjaan tani, alamat dusun Barat Kebun terbakar pada saat ditinggal...

Penangkapan Spesialis Pengganda Uang Disaksikan Ribuan Masa Akhirnya Tak Berkutik Saat Diglandang

Bagi masyarakat Probolinggo, Jawa Timur, nama Taat Pribadi sudah tidak asing lagi. Pria berusia 46 tahun ini dikenal sebagai seorang spiritual pengganda uang...

Rapat Paripurna Gaduh Karena Anggota DPRD Tidur

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (2/11) berlangsung tegang...

5 Tersangkan Kasus Taat Pribadi Ditahan Polda

Hingga Rabu (2/11/2016) Polda Jawa Timur menetapkan dua Sultan Padepokan “Dimas Kanjeng” sebagai tersangka kasus penipuan penggandaan uang dan langsung menjalani penahanan...

Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2016

Pakai Baju Kalian, Penari Striptease 'Digoyang' Polisi


Jakarta, Rabi
Hentakan musik yang dikomandoi seorang disc jockey (DJ) di lantai 5 area lounge Hotel FM1 Boutique, Jakarta Barat, sontak berhenti. Lampu kedap-kedip berganti lampu normal.

Beberapa penari wanita tanpa sehelai pakaian (striptease) yang asik berjoget pun berlarian. Pengunjung yang tengah menikmati tarian mereka pun tersentak. Wajah-wajah cemas jelas terpancar. Adrenalin terganti kekhawatiran.
Pakai baju kalian!" teriak anggota polisi yang masuk untuk merazia narkoba di tempat hiburan di Jalan Letjen S. Parman, Grogol Pertamburan, Jakarta Barat, Jumat dini hari (30/12/2016).

Satu per satu pengunjung digeledah polisi. Hasilnya ditemukan dua linting ganja siap pakai dan satu paket ganja yang dimasukkan ke bungkus rokok.
Tiga pengunjung yang kedapatan membawa barang itu mengelak. Mereka mengaku ganja itu milik rekannya yang telah meninggalkan tempat terlebih dahulu. Ketiganya pun diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Hotel FM1 merupakan salah satu dari enam tempat hiburan yang dirazia polisi. Razia dilakukan serentak di seluruh Jakarta.
Di lokasi kedua, Hotel Menara Peninsula, petugas mengamankan seorang pengunjung yang positif narkoba. Empat tempat lain, Grand MTR, Grand LA, Sariayu, dan Royal yang masuk kawasan pertokoan Kota Indah, Taman Sari, Jakarta Barat, digeledah bersamaan. Hasilnya dua paket sabu ditemukan di dua lokasi, yakni Grand MTR dan Grand LA.
Wakapolres Jakarta Barat AKB Faizal mengatakan razia dilakukan untuk menindak pengedar serta pengguna narkoba di tempat hiburan malam. Faizal menegaskan lokasi razia dipilih berdasarkan pantauan terindikasi ada peredaran narkoba.

Hasil razia diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai catatan bahwa di dua tempat hiburan ditemukan narkoba. Jika sampai dua kali kedapatan narkoba, tempat hiburan malam tersebut bakal ditutup Pemprov DKI. Masih ditemukannya narkoba di tempat hiburan malam menandakan adanya pembiaran dari pengelola.

Mereka tak Kapok
Padahal belum lama, Diskotek Mille's ditutup lantaran didapati pengunjungnya membawa atau mengonsumsi narkoba. Media Indonesia, saat berkunjung ke area FM1 Boutique, tidak diperiksa. Terkesan dibiarkan, tarian erotis juga ditampilkan saat jam tertentu. (MI/trk/rabi)

Rabu, 28 Desember 2016

Perampok Pulomas 1 Tewas, 1 jalani Pemeriksaan Intensip

Jakarta, Rabi
Dua pelaku perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, RB (Ramlan Butar-Butar) dan ES (Erwin Situmorang) berhasil ditangkap aparat. Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan mengatakan, keduanya sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Olah TKP yang membuahkan hasil ungkap

Dikabarkan, saat dilakukan penangkapan, polisi tembak pelaku sibagian kaki. Salah satu dari dua tersangka pelaku pembunuhan sadis di Pulomas tewas dalam penangkapan di Bekasi, Jawa Barat, karena melawan petugas. Polisi mengaku menembaknya di bagian kaki, namun karena pelaku memiliki riwayat penyakit gagal ginjal sehingga pelaku tewas karena kehabisan darah.

"Yang bersangkutan berperan sebagai pelaku paling dominan. Yang bersangkutan DPO kita juga," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2016).
Iriawan menyebut, RB tak asing dalam kasus perampokan. Ia kerap melakukan perampokan sejak 2001. "Yang bersangkutan malang melintang jadi pelaku perampokan sejak 2001 sampai sekarang," ucapnya.
Korban perampokan termasuk keyua RT

Dalam peran perampokan sadis di rumah Dodi Triono, RB merupakan pelaku yang pertama masuk ke rumah korban. "Ini juga yang dominan memasukkan korban ke kamar mandi atau WC dan membawa senjata," terang Iriawan.
Sebelumnya, Dodi Triono, 50, Ketua RT 12 RW 16 Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, meninggal di kamar mandi di kediamannya. Belum diketahui pasti apa penyebab pembunuhan ini. Diduga kuat motifnya adalah perampokan.
Dodi dan 10 orang lainnya ditemukan dalam satu kamar mandi berukuran 1,5 m x 1,5 meter di sebuah rumah Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jaktim, Selasa 27 Desember. Enam orang, termasuk Dodi, meninggal. Lima lainnya muasih hidup dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Seorang pelaku yang dilumpuhkan dengan ikatan

Kasus ini terungkap lewat laporan Sheila Putri, warga setempat. Dia melapor ke Pos Polisi Kayuputih, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 09.25 WIB. Enam korban tewas diduga akibat kehabisan oksigen. (din/rabi)


Selasa, 27 Desember 2016

TIM Nenggala Tembak Mati Begal

Lumajang, Rabi
Tim Nenggala Reskrim Polres Lumajang berhasil menangkap dua begal/maling sepeda motor. Karena melawan saat hendak ditangkap, satu pelaku ditembak mati dan satu pelaku lain ditembak kakinya.
Rupa'i Warga Kauman RT/005 RW/08 Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang ditembak kakinya.

Sedangkan Semi (40) warga Rowokangkung Kabupate Lumajang tewas, saat melawan petugas ketika hendak ditangkap. "Saat kita tangkap, pelaku melawan, kita berikan tembakan peringatan namun tetap melawan dan membahayakan nyawa anggota akhirnya kita beri tindakan tegas," ujar AKP Tinton Yuda Riambodo SIK, Kasat Reskrim Polres Lumajang, Senin (26/12/2016).
Polisi mengamankan 2 unit sepeda motor hasil kejahatan, kunci T, dua buah katapel dan batu kecil serta sejumlah uang dan ajimat. Dari pengakuan tersangka, ada dua TKP pencurian di Malang dan satu TKP pencurian di Jember lokasinnya di masjid saat sepeda motor di parkir. "Katapel ini dijadikan alat oleh pelaku untuk menakuti korban dan membela diri jika sedang dalam bahaya," jelasnya.
Saat ini, pelaku yang hidup sedang dalam pemeriksaan Polres Lumajang dan polisi melakukan koordinasi dengan Polres Jember dan Malang. "Kita lakukan koordinasi dengan Polres Jember dan Malang," pungkasnya. (Yd/rabi)

Begal Ganas Masih Diburu Polisi

Ilustrasi pemburuan pelaku

Jember, Rabi
Hingga Selasa siang, polisi belum berhasil mengungkap 3 begal yang membacok pengendara sepeda motor bernama Hayadi di Desa Curah Lele – Balung, Minggu (25/12/2016)kemarin. Anggota Polsek Balung dan tim resmob Jember Selatan masih terus menyelidiki pelaku pembacokan warga Desa Curah Kalong Bangsalsari terserbut.
Menurut Kepala Bagian Pembinaan dan Operasi (KBO) Reskrim Polres Jember, Iptu Sujilan, Satreskrim Polres Jember masih mengumpulkan alat bukti serta mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Karena kondisi korban tidak kunjung membaik, akhirnya korban dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember. Sujilan berjanji terus bekerja keras untuk mengungkap para pelaku pembacokan dan perampasan sepeda motor.
Diberitakan sebelumnya, 3 begal sepeda motor beraksi di siang bolong membacok pengendara sepeda motor bernama Haryadi di tepi sawah arah Dusun Curah Malang Desa Curah Lele Kecamatan Balung, Minggu siang. Korban mengendarai sepeda motor  berboncengan dengan temannya, Samsul Arifin, berbelanja di Pasar Balung. Namun  di tengah perjalanan korban di hadang 3 orang tidak dikenal mengendarai sepeda  motor Yamha Vixion. Salah seorang pelaku menendang teman korban hingga terjatuh ke sawah. Pelaku lainnya merebut sepeda motor korban dan membacok  korban hingga luka parah. (Fit/rabi)

BNN Musnahkan 6 KG Shabu

Surabaya, Rabi
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memusnahkan 6 Kg sabu dan 420 butir ekstasi. Barang bukti itu disita dari bandar yang beroperasi sejak tiga tahun lalu.

Barang bukti diamankan dari dua tersangka yaitu EN, 44 dan LL, 40. EN merupakan warga Surabaya sedangkan LL asal Malang.
Kasi Penyidikan BNNP Jatim, Kompol Sutrisno Yuwono, mengatakan petugas membekuk EN di Gresik pada 21 November. Di hari yang sama, petugas juga membekuk LL di Malang.
Menurut Sutrisno, kedua tersangka bergabung dalam satu jaringan yang beroperasi di Jatim. Keduanya menyasar pengguna di Surabaya, Malang, dan Sidoarjo. "Mereka berperan sebagai bandar. Di bawahnya lagi ada pengedar," katanya, di Surabaya, Rabu (28/12/2016).
Sutrisno mengatakan kedua bandar itu menjual barang haram tersebut dalam jumlah banyak. Kini keduanya masih dalam proses pemeriksaan di BNNP Jatim. Keduanya dijerat Pasal 112 dan 114 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (rabi)

Senin, 26 Desember 2016

11 Orang Disekap, 6 Tewas 5 Luka Parah

Jakarta Timur, Rabi
Perampokan sadis di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A RT Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), menyebabkan enam orang tewas dan lima lainnya luka-luka.
Informasi yang dihimpun, kejadian diperkiraan terjadi pada 08.00 WIB, Selasa (27/12/2016). Pada pukul 09.25 WIB saksi atas nama Sheila Putri mendatangi Pospol Kayuputih, melaporkan terjadi sebuah perampokan sadis. 

Usai mendapat laporan, polisi langsung mendatangai TKP dan mendapati 11 korban dalam keadaan tertumpuk di sebuah kamar mandi 1,5x1,5 meter.
Dalam keadaan bertumpuk di kamar mandi yang terkunci itu, enam orang dipastikan tewas dengan lima diantaranya masih kritis.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Iya betul, korban ada enam orang yang tewas," ujar Sapta, Selasa (27/12/2016).
Peristiwa itu terjadi pada dini hari tadi. "Korban kehabisan napas," imbuhnya.

Saat ini polisi masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Belum diketahui lebih jauh mengenai kronologi kejadiannya.
Kabar terkini, sudah dipastikan 6 penghuni tewas, sedang 5 orang lainnya, kritis. Semua korban tersebut dimasukkan disatu kekamar mandi. Keenam korban meninggal adalah Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla, Amel, Yanto, dan Tasrok (40). Sedangkan korban yang masih hidup adalah Emi, Zanette Kslila Azaria, Santi (22). Selanjutnya Fitriani dan Windy. Mereka masih dirawat di Rumah Sakit Kartika di Pulomas. (Rabi)

Balap Liar Jadi Ajang Judi Terselubung

TABANAN, Rabi
Aksi balapan liar di Pantai Pasut, Banjar Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan meresahkan warga setempat. Mereka khawatir terjadi kecelakaan maut hingga merenggut korban jiwa. Termasuk membahayakan pengunjung Pantai Pasut. Warga berharap kepolisian sigap membubarkan dan mengamankan Pantai Pasut dari balapan liar.
Informasi di lapangan, peserta balapan liar ini didominasi kalangan pelajar. Biasanya aksi balapan liar ini digelar setiap hari Sabtu dan Minggu sore. Kendaraan yang dipakai mulai motor standar hingga motor modifikasi khusus balapan. Mereka melakukan aksi balapan liar dari dua arah, timur ke barat dan barat ke timur. “Peserta balapan liar pernah sampai meninggal. Tapi mereka tak kapok,” ungkap salah seorang pedagang kelepon di Pantai Pasut, Senin (26/12).

Dikatakan, aksi balapan liar atau trek-trekan ini sudah ada sejak dulu, sekitar tahun 1995. Para peserta balapan liar ini kerap dibubarkan pecalang. Setelah dibubarkan, aksi balapan liar sempat berhenti namun tak kurang dari seminggu terjadi lagi trek-trekan liar. Peserta balapan liar ini tak hanya dari Tabanan. Ada pula yang datang dari Jembrana dan Badung. “Informasinya ada taruhan hingga jutaan rupiah,” imbuhnya.
Perbekel Desa Tibubiu, I Made Ardena membenarkan di Pantai Pasut kerap ada aksi balapan liar. Aksi segerombolan pelajar itu meresahkan warga. “Sudah sering ditertibkan pecalang, polisi, dan anggota Pol Air. Namun hanya tertib sesaat,” sesal Ardena. Dikatakan, aksi trek-trekan di Pantai Pasut ini pernah merenggut korban jiwa karena terlibat kecelakaan sesama pembalap liar. Pihaknya masih mencari solusi agar Pantai Pasut yang mulai ramai dikunjungi wisatawan bebas aksi balapan liar.
Terpisah, Kapolsek Kerambitan AKP I Wayan Suana mengaku belum sempat memonitor aksi trek-trekan di Pantai Pasut. Ia berjanji bekerjasama dengan Desa Adat Tibubiu akan menertibkan aksi balapan liar itu. “Jangan sampai ada korban di Pantai Pasut,” tegas AKP Wayan Suana. (rabi)

Minggu, 09 Oktober 2016

MIRAS

Salam X-Kars

Tiga Warga Kediri Tewas Usai Pesta Minuman Keras

Kediri-Radar Besuki

Tiga warga Kota Kediri, Jawa Timur, tewas setelah diduga menenggak minuman keras (miras). Sebelumnya, korban mengeluhkan sakit perut dan sesak napas.
Ketiga orang tersebut berinisial Ag, BS, dan Har. Ketiganya adalah warga Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur.

Sebelum meninggal, ketiga korban sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara dan RS Baptis.Sugianto, ketua RT setempat mengatakan, sebelum masuk rumah sakit ketiganya menenggak miras di pinggir jalan. Pesta miras itu berlangsung selama dua hari sejak Jumat lalu.
"Beberapa orang warga sempat mengetahui mereka mengonsumsi miras secara terus menerus," kata Sugianto, Minggu (9/10/2016). 

Sebelum dibawa ke rumah sakit, umumnya korban miras itu mengeluh sakit di perut dan sesak napas. Korban tewas saat ini disemayamkan di rumah duka dan rencananya dimakamkan di pemakaman umum setempat.

Narkoba

Salam X-Kars

Pengungkapan Kasus Narkoba di Jember Melampaui Target yang Ditetapkan Polda Jatim

Jember - Radar Besuki 

Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Jember melampaui target yang ditetapkan Polda Jawa Timur. Bahkan, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba lebih dari 2 kali lipat dari target yang telah ditentukan.

Menurut Kasat Serse Narkoba Polres Jember, AKP Sukari, Kapolda Jawa Timur menargetkan setiap polres kabupaten atau kota mengungkap minimal 11 kasus peredaran narkoba di wilayahnya. Sejak polres dan polsek menggelar operasi, ada 24 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap. 

Dari 24  kasus tersebut, 11 kasus diantaranya  kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu, serta 13 kasus peredaran obat keras berbahaya.
Hal senada ditegaskan Wakapolres Jember, Komisaris Polisi Edo Satya Centriko. Edo menjelaskan, jumlah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Jember masuk kategori tinggi di Jawa Timur. Letak geografis Kabupaten Jember menjadi salah satu faktor penyebab  tingginya peredaran narkoba. Para bandar maupun pengedar narkoba sebagian besar mendapat pasokan dari pulau Madura. Kabupaten Jember dipilih sebagai tempat transaksi narkoba karena mudah diakses dari kota Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur.(Rabi)

PESTA MIRAS

  Salam X- Kars

 PESTA MIRAS, 10 ORANG DIAMANKAN SAT SABHARA POLRES BONDOWOSO

Bondowoso - Radar Besuki 

Satuan Sabhara Kepolisian Resor Bondowoso, menggelandang sejumlah orang yang kedapatan mabuk di tempat umum. Sebanyak sepuluh orang pemabuk  diamankan ke Mapolres Bondowoso, Sabtu malam (08/10/2016) lantaran kedapatan pesta miras di salah depan gudang Sampoerna Kec. Tegalampel Bondowoso. 

Penangkapan tersebut merupakan hasil kegiatan Tim Tangkal Sat Sabhara dalam memberantas penyakit Masyarakat atau pekat di wilayah hukum Polres Bondowoso. Hal tersebut dilaksanakan untuk menjalankan Program Gerdu Bersinar (Gerakan Terpadu Berantas Kemaksiatan dan Narkoba) dimana Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., merupakan Ketua dari Program tersebut.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa miras oplosan. Kesepuluh tersangka kemudian dilakukan sidang Tipiring untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(Rabi)

Sabtu, 08 Oktober 2016

Satlantas Polres Bondowoso Sita Puluhan Motor

Salam X- Kars

Bondowoso - Radar Besuki

Jajaran Sat Lantas Polres Bondowoso malam ini Sabtu (08/10/2016) melaksanakan razia cipta kondisi, dalam operasi kendaraan bermotor yang dilakukan di seputaran alun-alun Bondowoso ini berhasil menyita puluhan sepeda motor.
Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., melalui Kasat Lantas AKP Hadi Siswoyo menyampaikan bahwa razia yang dilakukan hari ini berhasil menyita sedikitnya 28 sepeda motor yang tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor dan tidak dilengkapi spion serta menggunakan knalpot bising.
Langkah tegas ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Bahkan dengan banyaknya pengguna jalan yang melanggar aturan itu, masyarakat terganggu dengan suara knalpot bising serta arak-arakan kendaraan roda dua, terutama di kawasan alun-alun kota Bondowoso.

Selain menyita sepeda motor yang tidak dilengkapi surat kepemilikan kendaraan bermotor ini, pihaknya juga menjatuhkan tilang di tempat kepada puluhan pengendara roda dua karena melanggar aturan tentang berlalu lintas. Total 65 tilang dikeluarkan petugas malam ini.(Rabi)


3 Pekan Akhirnya Pembunuh Diringkus

Salam X-Kars
Medan - Radar Besuki
Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, meringkus tersangka pembunuhan terhadap MA (20), Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA) Medan. Pembunuhan terhadap MA terjadi pada 3 September 2016.

Informasi yang dihimpun, tersangka ditangkap di luar daerah Medan pada Sabtu dini hari tadi. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun ia masih belum mau mengungkap identitas tersangka yang sudah sekitar tiga pekan mereka buru.

"Iya benar, (tersangka) sudah kami tangkap. Ini masih kami periksa dulu. Nanti kami sampaikan berikutnya," ujar Kompol Fahrizal, Sabtu (8/10/2016) petang.

‎Untuk diketahui, MA menjadi korban perkosaan dan perampokan saat tengah menumpang taksi gelap dari rumah orangtuanya di Kawasan Dolo Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menuju kos‎nya di Medan.

Setelah diperkosa, mahasiswi malang itu ‎ditinggalkan begitu saja di area perkebunan PTPN II, Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai Sumatera Utara‎. Saat ditinggalkan, MA hanya diselimuti dengan mukena, sementara harta bendanya seperti uang Rp2 juta, kartu ATM, kartu identitas serta ponsel merek Samsung miliknya dibawa kabur pelaku. (Rabi)

Dimas kanjeng

Salam X-Kars
Uang Rp 300 Juta Jadi Korban Dimas Kanjeng, Perempauan ini Mengadu ke Kapolres Probolinggo


Radar Besuki
Satu persatu pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, melapor ke Polisi, karena jadi korban penipuan padepokan. Kali ini Polres Probolinggo kembali menerima laporan pengikut padepokan berinisial HT warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/10/2016) sore.
Kepada polisi HT mengaku telah dirugikan sebesar Rp 300 juta. HT langsung menemui Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin, diruang kerjanya. Kepada Kapolres Arman, HTmenceritakan kronologi saat awal masuk ke padepokan. Seperti membeli sejumlah barang, yang nilainya mencapai Rp 300 juta. Seperti kantong uang senilai Rp 20 juta, foto Dimas Kanjeng seharga Rp 1 juta, dan keris kecil Rp 300 ribu.
Barang-barang sebagai mahar itu kemudian ditunjukkan ke awak media. Kapolres juga menjelaskan manfaat barang-barang mahar. Misalnya, kantong uang yang bisa melipatgandakan uang mahar, sabuk berwarna merah yang bisa membuat badan pengikut kebal, dan kantong kecil motif kulit macan yang dipercaya bagi pemilik bisa menghilang.
Barang-barang itu selanjutnya diamankan di Polres Probolinggo, sebagai barang bukti atas laporan penipuan padepokan Dimas Kanjeng. “Dengan adanya pelaporan berinisial HT ini, total sudah ada 7 pelapor korban penipuan padepokan Dimas Kanjeng, yang melapor ke Polres Probolinggo,”ujar Kapores Arman, saat membeberkan barang bukti korban diruangannya.
Uang sebagai mahar yang disetor pengikut ini kata Kapolres Arman, diduga mengalir ke Taat Pribadi, yang kini telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim. Menurutnya, polisi menduga duit mahar itu juga mengalir ke beberapa pengikut yang bergelar Sultan.“Semua total jumlahnya Rp 300 juta, untuk membeli barang-barang ini. dan sampai sekarang, sampai Dimas Kanjeng Ditangkap, tidak ada pencairan apapun. Terakhir menjelang Ditangkap, saya membayar Rp 20 ribu, untuk matrai, tapi tidak berupa matrai, melainkan berupa uang kertas,”jelas HT kepada sejumlah wartawan.
Kini Polres Probolinggo, masih terus menunggu para korban penipuan Dimas Kanjeng. Ia berharap korban tidak takut untuk melaporkan kerugian yang dikeluarkan sebagi mahar ke padepokan Taat Pribadi.(fir/rabi)

Jumat, 07 Oktober 2016

Diduga Mabok Seorang Kades Amuk Polisi

Salam X- Kars

UNGARAN - RADAR BESUKI

 Bermula dari senggolan di tempat karaoke, seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menganiaya seorang anggota polisi. Saat melakukan pemukulan, kepala desa tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman keras alias mabuk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu berlangsung di sebuah tempat karaoke di kompleks Sarirejo atau biasa disebut eks lokalisasi Sembir, Salatiga, Kamis (6/10/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.

Tersangka pelaku berinisial AC (48), Kepada Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Korbannya JP (28) seorang anggota polisi. Korban menderita luka pada bagian kepala dan muka lantaran dikeroyok AC dan empat temannya.

AC diamankan petugas Polsek Sidorejo. Petugas dari Satreskrim Polres Salatiga juga tiba di lokasi kejadian beberapa saat kemudian.

Belum diperoleh informasi lengkap tentang kejadian ini. Namun Kasatreskrim Polres Salatiga, AKP Mochamamad Zazid, membenarkan penangkapan terhadap AC.

"Baru satu (tersangka pelaku). Kronologis selengkapnya nanti akan disampaikan oleh Kapolres langsung saat gelar perkara Senin jam 11.00 WIB," kata Zazid saat dihubungi, Sabtu pagi.

Kepala Bapermasdes Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono, saat dikonfirmasi juga membenarkan kabar penangkapan Kepala Desa Kesongo karena dugaan penganiayaan di tempat karaoke terhadap seorang angga kepolisian. Ia telah meminta Camat Tuntang untuk melihat kondisi yang bersangkutan di sel tahanan Mapolres Salatiga.

"Saya masih nunggu laporan Pak Camat. Kemarin sudah saya minta tolong untuk menjenguk, tapi sampai hari ini baru laporan lisan saja," kata Yoseph.

Yoseph mengaku sempat kaget mendapatkan kabar penangkapan Kades Kesongo tersebut. Ia menyayangkan kenapa peristiwa seperti itu terjadi. Saat diminta tanggapannya terhadap sosok Kades Kesongo, Yoseph mengaku tidak ada hal yang menonjol dari yang bersangkutan.

"Prinsipnya kenal, wajar, normatif. Baik sekali juga tidak, jelek sekali juga tidak," ucapnya.

Saat disinggung mengenai kekosongan posisi Kades Kesongo, Yoseph meminta Camat Tuntang untuk segera mengusulkan seorang pelaksana harian (Plh) agar roda pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

"Aturannya dalam hal kekosongan kades ini nanti ada Plh. Pak Camat mengusulkan dari PNS kecamatan," kata dia.(Rabi)

Pengikut Dimas Kanjeng Menghilang Salah Satunya Diduga Suami Marwah Daud

Salam X-Kars
Probolinggo - Radar Besuki
Pihak Polda Jatim hingga kini belum mendapatkan laporan adanya pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang hilang, termasuk suami Marwah Daud Ibrahim. 

Namun, polisi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk terus melakukan pendataan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Kabar orang hilang dari padepokan Dimas Kanjeng memang santer terdengar, salah satunya adalah suami Marwah Daud. Namun hingga kini, tidak ada laporan orang hilang dari warga maupun keluarga Marwah Daud ke Polda Jatim. 

Meski demikian, polisi mengimbau warga yang kehilangan keluarganya agar segera melapor. Polisi juga meminta para korban penipuan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk segera melapor. (Rabi)

Dimas Kanjeng Akan Lapor Balik Pengikutnya yang Mengajukan Laporan Palsu

Salam X-Kars
Probolinggo -  Radar Besuki
Taat Pribadi, pemilik padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan untuk kasus penipuan dengan modus penggandaan uang dengan nilai kerugian yang fantastis. Bahkan, ia dilaporkan untuk kasus penipuan hingga ratusan miliar rupiah.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Taat Pribadi, Isa Julianto berencana melaporkan pelapor tersebut ke Bareskrim Polri. Ia akan melaporkan pengikut Dimas Kanjeng yang sudah membuat laporan palsu ke polisi.

"Kita untuk membantu polisi kita ingin fasilitasi korban-korban itu. Tapi, bagi mereka yang kita anggap melakukan kebohongan, kita laporkan balik ke Bareskrim Mabes Polri," kata Isa , Sabtu (8/10/2016).

Sekadar informasi, Taat Pribadi sementara dilaporkan melalui empat laporan polisi. Laporan pertama di Bareskrim Polri dengan nilai kerugian Rp25 miliar.

Tiga laporan lainnya di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) dengan nilai Rp830 juta, Rp1,5 miliar, dan terakhir nilainya sangat fantastis Rp200 miliar. Kerugian senilai Rp200 miliar ini dilaporkan warga Makassar ke Polda Jatim.

Pria dengan gelar Sri Raja Prabu Rajasa Negara tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka penipuan senilai Rp830 juta. Selain itu, dia juga disangkakan melakukan pembunuhan berencana terhadap mantan pengikutnya, Abdul Ghani. (Rabi)

Dimas Kanjeng Klaiem Mahar Untuk Bangun Padepokan

Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng diminta menyetorkan "mahar" sebelum uang mereka digandakan dengan "ilmu karimah" oleh Taat Pribadi.

Namun, beberapa pengikut merasa tertipu dan melaporkan pria bergelar Sri Raja Prabu Rajasa Negara tersebut ke polisi. Taat Pribadi dianggap menipu dengan modus penggandaan uang.

Kuasa Hukum Taat Pribadi, Isa Julianto, mengatakan mahar yang disetorkan kepada kliennya digunakan untuk mengembangkan padepokan di Dusun Cangkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur.

"Uangnya untuk pengembangan padepokan. Makanyaenggak semua laporan ke polisi mengenai penipuan itu benar," kata Isa Sabtu (8/10/2016).

Sekadar informasi, ada empat laporan yang masuk ke kepolisian terkait Taat Pribadi. Laporan pertama di Bareskrim Polri dengan nilai kerugian Rp25 miliar yang dilaporkan oleh Muhammad Ainul Yaqin.

Tiga laporan lainnya ada di Polda Jatim dengan nilai masing-masing Rp830 juta oleh warga Jember, Rp1,5 miliar oleh warga Bondowoso, dan Rp200 miliar oleh warga Makasar.

"Termasuk yang Rp200 miliar itu enggak ada segitu. Makanya kebohongan-kebohongan itu yang akan kita laporkan nantinya ke Bareskrim Polri. Itu sedang kita kaji," tuturnya. (Rabi)

Posko

Salam X- Kars

Lumajang - Radar Besuki

Polres Lumajang membuka posko pengaduan jika ada korban penipuan dari Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Posko pengaduan dibuka sejak hari Rabu, namun hingga kini belum ada satu orang yang melapor.

Informasinya, di Lumajang juga banyak yang menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang. Namun, tidak satupun warga yang merasa dirugikan melapor kepada polisi. "Belum ada yang lapor, meski infonya katanya banyak yang jadi korban," ujar Iptu Sarjito, KBO Reskrim Polres Lumajang, Kamis (06/10/2016).

Polisi meminta kepada warga yang merasa tertipu oleh Kanjeng Dimas segera diminta untuk melapor. Jika korban merasa malu, maka polisi akan menjamin identitasnya akan dirahasikan dan hanya digunkan untuk kepetingan penyidikan.

"Kami minta warga melapor jika merasa jadi korabn Kanjeng Dimas, kita akan rahasikan identitas korban jika merasa malu," jelasnya.

Polres Lumajang hanya membuka posko saja, jika nanti ada yang melapor maka akan dikordinasikan dengan tim dari Polda Jatim. "Kalau nanti ada yang lapor, maka kita akan koordinasikan dengan tim Polda Jatim," pungkasnya. (Rabi)

Ratusan Jenis Miras Dirazia

Salam X-Kars

Banyuwangi - Radar Besuki

Razia Cipta Kondisi  rutin dilakukan dijajaran polres Banyuwangi . Termasuk juga di polsek Muncar . Satuan Sabhara Polsek Muncar dan Cluring kembali menggelar razia Cipta Kondisi dengan sasaran minuman keras (miras) dan minimal beralkohol (mihol). Hasilnya, mereka mengamankan ratusan jenis miras dan  mihol berbagai merek .

Razia yang dipimpin langsung Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko, dan Kepala Unit Satuan Sabhara Polsek Muncar, Iptu Gunawan, itu dimulai pukul 21.00 Rabu malam (5/10) dengan menyasar rumah milik Widodo, 50, di Desa Tembokrejo,  Kecamatan Muncar, yang dicurigai menyimpan  miras.

Dalam operasi itu, polisi berhasil menemukan enam botol tuak dengan isi 1,5 liter per botol. “Setiap ada rumah atau toko yang dicurigai menyimpan miras, kita datangi,” cetus Kapolsek  Muncar, Kompol Agus Dwi Jarmiko. Dari rumah Widodo, petugas melanjutkan razia dengan mendatangi  toko milik Sucipno, 35, di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar.

Di toko itu polisi  berhasil menyita tiga jeriken tuak dengan isi 30 liter per jeriken, dan  14 botol tuak dengan isi 1,5 liter.  Sukses dalam operasi itu, polisi  terus melakukan razia. Pada pukul  21.45  polisi mendatangi rumah   Sutrisno, 33, di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan  Muncar.(Rabi)

Polsek Klabang Tangkap Pencuri Komputer Sekolah

Salam X-Kars
Bondowoso - Radar Besuki
Aparat Polsek Klabang Polres Bondowoso,   Jumat (07/10/2016) berhasil menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian Komputer di Sekolah. Tersangka yang berinisial DO (21 tahun), warga  Desa.Klabang Kec.Klabang Bondowoso, diringkus polisi berdasarkan Laporan Polisi No.Pol: K/LP/35/X/2016, tgl 7 Oktober 2016 tentang pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dlm pasal 363 KUHP.

Tersangka diduga melakukan pencurian di SDN  Klabang Kec.Klabang dan mengambil barang-barang  berupa 1 unit TV 21 inch merek niko, 1 unit layar monitor komputer, 1 unit printer merk Canon, 1 unit CPU, 3 buah papan catur dan 1 buah bola volly. Dari peristiwa tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp. 2.500.000 ( dua juta lima ratus ribu rupiah).

Tersangka menjalankan aksinya dengan cara masuk keruang guru dengan cara memanjat tembok belakang gedung sekolah, selanjutnya membuka atap/genteng kemudian merusak enternet/plapon dan turun tepat di ruang guru dimana barang-barang tersebut berada. Selanjutnya pelaku setelah berhasil mengambil barang-barang tersebut kemudian keluar dengan jalan merusak pintu ruang guru.

Petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 Unit TV, 1 buah bola volley, dan 1 buah papan catur. (Rabi)