Polres Bondowoso Terima Kedatangan Tim Wasrik

Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Kompol Kukuh S. Kurniawan SH.,MH., didampingi seluruh pejabat utama Polres Bondowoso menerima...

Sebuah Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

Wringin Anom kecamatan Panarukan,Rumah milik warga Kabul (70), pekerjaan tani, alamat dusun Barat Kebun terbakar pada saat ditinggal...

Penangkapan Spesialis Pengganda Uang Disaksikan Ribuan Masa Akhirnya Tak Berkutik Saat Diglandang

Bagi masyarakat Probolinggo, Jawa Timur, nama Taat Pribadi sudah tidak asing lagi. Pria berusia 46 tahun ini dikenal sebagai seorang spiritual pengganda uang...

Rapat Paripurna Gaduh Karena Anggota DPRD Tidur

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (2/11) berlangsung tegang...

5 Tersangkan Kasus Taat Pribadi Ditahan Polda

Hingga Rabu (2/11/2016) Polda Jawa Timur menetapkan dua Sultan Padepokan “Dimas Kanjeng” sebagai tersangka kasus penipuan penggandaan uang dan langsung menjalani penahanan...

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

Rayakan Tahun Baru Tewas di Curug Bengkawah



JATENG -Nahas menimpa Akhwan Gunawan, 33, dan Dakwah Yudistira, 27. Keduanya tewas terseret arus saat mandi di air terjun Curug Bengkawah, di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. “Pencarian lanjutan hari ini, korban kedua berhasil ditemukan tersangkut di batu berjarak 2 km dari lokasi kejadian,” ujar Kasubbag Humas Polres Pemalang, AKP Titik Liestyowati, Senin (2/1/2017).
Korban merupakan warga Desa Limbangan, RT 03 RW 03, Kecamatan Ulujami, Pemalang. Titik bilang, peristiwa terjadi pada Minggu (1/1/2017). Korban datang ke lokasi bersama dengan rombongan, semuanya berjumlah 11 orang.
 

 Proses evakuasi korban 

Ketika sampai di pinggir curug, kedua korban dan teman-temannya sempat berswafoto sebelum mandi. Lantas, lima dari 11 orang itu mandi. Saat mandi, Akhwan Gunawan terpeleset dan terbawa arus ke pusaran air. Rekannya, Dakwah Yudistira, berusaha menolong. Nahas, Dakwah juga ikut terbawa arus. “Setelah 15 menit dari waktu kejadian, jenazah Akhwan ditemukan mengapung. Sementara Dakwah belum ditemukan,” katanya.

Jenazah Akhwan dibawa ke Balai Desa Sikasur untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Belik. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan murni kecelakaan. Jenazah telah diserahkan ke keluarga. Tim SAR gabungan dibantu warga, melanjutkan pencarian korban Dakwah yang pada saat kejadian belum ditemukan. “Alhamdulillah ditemukan pada pencarian hari ini,” pungkasnya. (san/rabi)

Diduga Salah Orang, Polisi Dibacok



JOMBANG - Kepolisian belum mendapat titik terang atas motif pembacokan yang menimpa salah satu anggota Mapolsek Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Tim tengah mendalami kasus yang terjadi pada malam tahun baru itu. “Kita masih mendalami kasus tersebut, apakah termasuk kriminal murni atau teror kepada anggota,” ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Senin (2/1/2017). 

 Iptu Suwono (tak berbaju) menjalani perawatan di ruang Asoka RSUD Jombang, Jatim

Pihaknya telah menerjukan tim dari Satreskrim dan Satintelkam serta Polsek Mojoagung dan Jogoroto. Barang bukti pedang sepanjang 50 sentimeter pun telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. Detasemen Khusus 88 Antiteror juga dimintai bantuan guna mengungkap indikasi teror terhadap anggota.
Agung menuturkan, ciri-ciri dan kendaraan pelaku telah diketahui. Pelaku berperawakan sedang, tinggi 160 sentimeter. Pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Agung juga mengimbau anggota yang bertugas untuk mengenakan identitas atau seragam, serta selalu berhati –hati saat bertugas. “Iptu suwono ketika kejadian tidak menggunakan seragam sebagai identitas kepolisian,” imbuh Agung.

Iptu Suwono, Kanit Sabhara Polsek Mojoagung, disabet benda tajam saat melintas di Jalan Raya Desa Tambar, Jogoroto, tepatnya di belakang bekas Pabrik Rosela, Minggu (1/1/2017) dini hari. Dia diserang usai tugas pengamanan tahun baru. Suwono mendapatkan 103 jahitan di lengan kanan akibat luka sedalam 10 sentimeter. Dia dirawat di ruang Asoka RSUD Jombang.
Sementara, menurut sebagian warga, kejadian itu diprediksikan akibat pelaku pembacokan salah sasaran atau salah orang. Itu dikarenakan saat kejadian sang Polisi tidak mengenakan (berpakaian) seragam polisi, dikiranya orang umum. “Mungkin salah orang Mas,” katanya menduga. (san/rabi)

Jumat, 30 Desember 2016

Satu Tewas, Bus Rombongan Wali Lima Tabrakan

Pasuruan, Rabi
Kecelakaan kembali terjadi di Jalur pantura Pasuruan – Probolinggo, tepatnya di Jalan Raya Nguling. Kali ini, melibatkan antara sebuah bus pariwisata rombongan ziarah Wali Lima dan mobil pikap. Akibatnya, satu orang tewas dan sejumlah orang lainya mengalami luka-luka.
Informasi yang diterima Rabi.com, saat itu mobil pikap berwarna putih yang dikemudikan Mesnali, warga Pasrepan melaju dari arah barat ke timur, yaitu dengan kecepatan tinggi dan beriringan bersama sebuah mobil Avanza yang tidak diketahui nopolnya.
“Pada saat sampai di lokasi kejadian, mobil pikap ini mendadak selip dan oleng sehingga keluar marka jalan dan berada di jalur sebaliknya. Dan pada saat bersamaan, muncul di jalur berlawanan itu, sebuah bus rombongan wisata ziarah wali. Sehingga tabrakan antara kedua kendaraan itu pun tak terhindarkan,” kata Jakfar, salah satu warga kepada Kabarpas.com, Jumat (30/12/2016).
Akibat kecelakaan tersebut, seorang sopir pikap langsung tewas di tempat. Sementara dua orang penumpang pikap lainnya mengalami luka – luka. Dan langsung dibawa ke Puskesmas setempat. Sedangkan untuk penumpang bus dalam kondisi selamat.
Hingga berita ini diketik, petugas dari Satlantas Polres Pasuruan Kota sudah datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Selain itu, polisi juga langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata. Dan yang jelas, untuk penumpang bus tak ada korban, semuanya dalam kondisi selamat,” ujar Petugas Laka Lantas Satlantas Polres Pasuruan Kota, Brigadir Iwan saat ditemui di lokasi. (jon/rabi)

Rabu, 28 Desember 2016

Bocah 7 Tahun Tewas di Dalam Pipa Saluran Air


Bondowoso, Rabi
Bendungan sungai Sampean Baru di Desa Sumber Suko Kecamatan Klabang kembali memakan korban. Kali ini yang menjadi korban yaitu Desta Ikbal (7) warga Dusun Bunutan RT 41 RW  03 Desa Tapen Kecamatan Tapen, Senin (26/12/2016) Kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun radarbesuki.com menyebutkan bahwa pada sore sekitar jam 16.00 WIB korban bermain di lokasi kejadian. Saat itu bocah naas itu sendiri. Ketika bermain disana korban sebenarnya sudah di suruh pulang oleh Subhan dan Istrinya yang kebetulan sedang mencuci baju di aliran sungai itu.
“Habis pulang tapi balik lagi, main di bak yang berdekatan dengan pipa. Sebelum pipa itu ada bak air. Tidak ada yang tahu kalau ikbal kembali lagi. Tiba-tiba air meluap di bak tersebut dan menyeret ikbal masuk ke dalam pipa,” terang Kapolsek Klabang, Iptu. Hadi Sukisman, SH kepada radarbesuki.com ketika dikonfirmasi via telpon, Selasa (27/12).

Kata Iptu Hadi, korban baru bisa dikeluarkan dari dalam pipa setelah pipa tersebut dipotong menggunakan las. Sekitar pukul 18.00, dengan kondisi tidak bernyawa korban berhasil dikeluarkan dari pipa tadi.“Tidak bisa diangkat korban. Harus diptong dulu pipanya untuk mengeluarkan korban,” pungkasnya.
Atas kejadian tersebut, Kapolsek Klabang, Iptu Hadi Sukisman, SH mengimbau kepada orangtua untuk memantau anaknya agar tidak terjadi peristiwa serupa. (gus/rabi)


Selasa, 27 Desember 2016

Selamatkan Anak, Seorang Ibu Tewas Dijalan


Bondowoso, Rabi
Seorang ibu meregang nyawa setelah berusaha menyelamatkan anaknya pada saat terlibat musibah laka lantas dijalur Bondowoso menuju Situbondo, Selasa (27/12/2016). Wanita paruh baya ini meninggal dunia (MD) dilokasi kejadian. Sementara balita dan suaminya lolos dari maut, sedang peristiwa ini sudah ditangani unit laka lantas Polres Bondowoso.
Suratmi (48) meninggal setelah berusaha menyelematkan anaknya ketika terjatuh dari motor. Warga Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo ini, terpental dari motor saat dibonceng sama Aceng Supatman (50), suaminya.
Dalam kecelakaan itu, menurut saksi mata, Suratmi meninggal akibat terpelanting ke aspal setelah motor yang dikendarainya menabrak mobil. Kuat dugaan korban meninggal setelah mengalami benturan keras saat terjatuh, namun saksi menilai posisi korban terjatuh terpelanting tidak tepat, lantaran korban berusaha menyelamatkan anaknya yang masih kecil yang posisinya dibonceng ditengah.
"Kemungkinan sudah naluri seorang ibu, jadi saat terjatuh, korban spontan berusaha menyelamatkan anaknya tanpa menghiraukan dirinya sendiri. Akibatnya ia terpelanting ke aspal,” kata saksi yang enggan disebut namanya.
Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Hadi Siswoyo membenarkan adanya kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda motor (SPM). "Begitu mendapat laporan, unit laka langsung ke TKP dan melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Laporan sementara, penyebabnya dikarenakan kelalaian pengendara yang mengerem mendadak, sehingga pengendara motor yang dibelakangnya menghindar dan menabrak mobil yang datang dari arah berlawanan,” tandasnya.
Informasinya, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, tepatnya dijalan Situbondo Desa/Kecamatan Klabang. Motor TVS Bernopol P 4889 EV yang dikendarai Aceng Supatman diduga dalam kecepatan tinggi dari arah utara, tiba-tiba saat di TKP mobil pikup mengerem mendadak.
Karuan saja, spontan Aceng banting setir motornya ke kanan, namun apes dari arah berlawanan datang mobil Chevrolet bernopol P 1987 MF yang dikendarai Marto (45) warga Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember. Dalam kecelakaan itu, Aceng Supatman dan anaknya menderita luka ringan, sedangkan korban Suratmi meninggal saat dilarikan ke rumah sakit. (rabi)

Senin, 26 Desember 2016

11 Orang Disekap, 6 Tewas 5 Luka Parah

Jakarta Timur, Rabi
Perampokan sadis di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A RT Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), menyebabkan enam orang tewas dan lima lainnya luka-luka.
Informasi yang dihimpun, kejadian diperkiraan terjadi pada 08.00 WIB, Selasa (27/12/2016). Pada pukul 09.25 WIB saksi atas nama Sheila Putri mendatangi Pospol Kayuputih, melaporkan terjadi sebuah perampokan sadis. 

Usai mendapat laporan, polisi langsung mendatangai TKP dan mendapati 11 korban dalam keadaan tertumpuk di sebuah kamar mandi 1,5x1,5 meter.
Dalam keadaan bertumpuk di kamar mandi yang terkunci itu, enam orang dipastikan tewas dengan lima diantaranya masih kritis.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Iya betul, korban ada enam orang yang tewas," ujar Sapta, Selasa (27/12/2016).
Peristiwa itu terjadi pada dini hari tadi. "Korban kehabisan napas," imbuhnya.

Saat ini polisi masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Belum diketahui lebih jauh mengenai kronologi kejadiannya.
Kabar terkini, sudah dipastikan 6 penghuni tewas, sedang 5 orang lainnya, kritis. Semua korban tersebut dimasukkan disatu kekamar mandi. Keenam korban meninggal adalah Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla, Amel, Yanto, dan Tasrok (40). Sedangkan korban yang masih hidup adalah Emi, Zanette Kslila Azaria, Santi (22). Selanjutnya Fitriani dan Windy. Mereka masih dirawat di Rumah Sakit Kartika di Pulomas. (Rabi)

Ketahuan Mencuri, Ferdi Coba Bunuh Diri


Ferdy Raditia, 22, melakukan pecobaan bunuh diri di sebuah kamar hotel di wilayah Desa Delod Berawah, Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu (25/12) malam.

NEGARA, Rabi
Pemuda asal Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, menyanyat urat nadi pergelangan tangan kanannya. Aksi ini dilakukannya karena tidak terima diancam dilaporkan ke Polres Jembrana setelah terungkap mencuri uang milik temannya, Ni Ketut Asmini alias Nita, 26, dari Lingkungan/Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.
Berdasar informasi, percobaan buhuh diri ini bermula ketika korban bersama Nita (saksi) yang sempat menginap sekamar di hotel tersebut. Pada Minggu (25/12) siang, korban sempat pamit keluar hotel dan menawarkan diri mengambilkan baju ke rumah saksi di Pendem. Setelah kembali ke hotel, selain bawa baju, juga bawa sejumlah makanan, dan HP baru. Melihat bawaan korban, saksi curiga uangnya sebesar Rp 1.050.000 diambil pemuda itu saat ambil baju di rumahnya.
Atas kecurigaan itu, saksi kemudian mengecek ke rumahnya. Benar saja, uang yang disimpan di celengan raib. Saksi yang berstatus sebagai janda ini bergegas kembali ke hotel. Saksi minta pengakuan korban. Saat itu saksi mengajak teman prianya, Ahmad Bohairi, 20, dari Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana. Saat itu korban tidak ada di hotel. Saksi kemudian meneleponnya dan meminta pemuda itu kembali ke hotel.
Ferdy pun kembali ke hotel. Setiba di hotel ia langsung dilabrak oleh saksi. Adu mulut antara korban dan saksi tak terelakkan. Karena terus didesak, korban akhirnya mengakui perbuatannya. Setelah terus diancam akan dilaporkan ke Polres Jembrana, korban yang pernah bekerja di salon kecantikan dengan saksi ini memilih masuk ke dalam kamar mandi. Kemudian memecahkan gelas kaca kemudian disayatkan pada pergelangan tangan kanannya.
Setelah melukai dirinya, korban keluar dari kamar mandi sembari menantang saksi untuk membawanya ke Polres Jembrana. Tetapi baru sampai di depan kamar hotel, korban yang mengeluarkan banyak darah akibat luka pada pergelangan tangannya akhirnya ambruk tidak sadarkan diri. Melihat kejadian itu, saksi memutuskan melapor ke Pos Polisi di Desa Air Kuning. Mendapat laporan itu, pihak kepolisian yang bergegas datang ke TKP dan membawa korban ke UGD RSUD Negara. Berdasar pemeriksaan dokter, korban tidak mengalami luka serius, masih berhasil diselamatkan. Korban dibolehkan pulang, Senin (26/12) pagi.
Kanit Reskrim Polsek Mendoyo, Iptu Andi Yaqin seizin Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Sukasana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian percobaan bunuh diri itu. Dikatakan, korban diduga npekat itu coba bunuh diri karena merasa terdesak diketahui mencuri uang rekannya. “Korban selamat dan sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit,” jelasnya. Menganai kejadian pencurian uang yang dilakukan korban, belum ada laporan resmi. (ode/rabi)

Over muatan, Truk Tronton Macetkan Jalur Tabanan

Bali, Rabi
Dua truk terpantau macet hampir bersamaan di jalan tanjakan Banjar Samsam II di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, Senin (26/12/2016).
Truk pertama macet karena patah as roda belakang. Truk bernomor polisi E 9165 D warna hijau itu mengangkut semen seberat 17 ton. Padahal kapasitas angkut truk tersebut hanya 12 ton. “Kalau tidak overload, tidak bisa makan untuk dapat uang tambahan mas. Tadi patah as ban belakang sekitar pukul 11.00 wita,” kata supir truk, Abdul Muid asal Indramayu, Jawa Barat.

Truk pengangkut barang dari Jakarta menuju Denpasar tersebut coba diperbaiki oleh sopirnya, dengan mendatangkan teknisi dan mencarikan spare part yang rusak. “Sudah kami carikan alatnya yang rusak, mudah-mudahan bisa jalan lagi,” katanya.
Sementara itu, truk lain bernomor polisi K 1879 CB, yang mengangkut keramik 30 ton mengalami kerusakan pada mesin. Padahal kapasitas maksimal truk Hino itu adalah 30 ton yang berangkat dari Surabaya menuju ke Denpasar. Truk warna merah itupun macet tepat di tengah jalan. “Mesinnya ada masalah, saya coba perbaiki dengan mendatangkan montir,” kata Balikun (45) asal Brebes, Jawa Tengah.
Karena truk macet tersebut, lalu lintas di By Pass Denpasar-Gilimanuk, mulai dari sekitar Pesiapan hingga ke Kerambitan macet total. Polisi memberlakukan sistem tutup-buka kendaraan, hingga kedua arah terjadi penumpukan kendaraan. (Rabi)

Waduk Jariluhur Mendadak Heboh

Jawa Barat, Rabi
Waduk Jatiluhur, Purwa­karta, Jawa Barat, yang dikenal sebagai kawasan perikanan dan juga kawasan wisata, mendadak heboh, Minggu (25/12). Tim Densus 88 Mabes Polri menggerebek tempat itu. Tanpa diduga oleh warga, di sana ternyata bersembunyi 4 orang terduga teroris.

Dua terduga teroris, Rizal alias Abu Marham (29) dan Ivan Rahmat Syarif (28) ditangkap petugas. Sedangkan dua lainnya, Abu Faiz dan Abu Sovi alias Abi Azis alias Mas Brow, ditembak mati karena berusaha melawan. Rizal dan Ivan diketahui menyewa rumah kolam jaring apung di Waduk Jatiluhur, Desa Cibinong, Purwakarta.

Menurut Gugun Gunawan (25), warga Desa Cibinong, ia sempat datang ke kolam jaring ikan yang disewa mereka. "Setahu saya tidak melapor RT/RW, karena namanya juga petani ikan kolam jaring apung," kata Gugun di dermaga Dishub Jabar, Desa Cibinong, kemarin.
Gugun mengaku, ia mendengar suara tembakan di rumah apung (kolam jaring apung) yang dikontrak kedua Rizal dan Ivan. "Tadi jam 13.00 WIB ada tembakan. Dua orang setelah ditembak sempat tercebur ke dalam air, dan sisanya ditangkap," tutur Gugun.
Belakangan diketahui, yang ditembak hingga tewas dan sempat tercebur ke waduk itu adalah Abu Faiz dan Abu Sovi.

Dituturkan Gugun, ia tidak menduga Rizal dan Ivan yang mengontrak kolam jaring apuu66ung itu terlibat jaringan terorisme. "Kalau yang dua orang lagi yang meninggal (Abu Faiz dan Abu Sovi) itu mah baru datang tadi dini hari (untuk memancing). Setahu saya tidak ada yang mencurigakan, karena mereka datang ke sini sama seperti para pemancing lainnya," beber Gugun.

Saksi lainnya, Siti Amaliah (38), mengaku sempat melihat aksi pemukulan Tim Densus 88 Antiteror kepada dua terduga teroris, Rizal dan Ivan. Pasalnya dua teroris tersebut mencoba melawan saat ditangkap. "Dipukulin keluar darah. Sudah bonyok, hidung keluar darah," katanya.
Sedangkan di rumah apung Waduk Jatiluhur, tim Densus 88 menembak mati dua teroris, Abu Faiz dan Abu Sovi. "Kalau di sini (rumah apung), terakhir dua tewas," jelas Amalia.
Maksum Kosasih (33), warga lainnya, juga heran kenapa terduga teroris menyewa kolam jaring apung di Bendungan Jatiluhur. "Yang datang bikin kolam jaring apung ini dari mana-mana. Nah pertanyaannya kenapa mereka tinggal di kolam jaring apung?" ujar Kosasih.

Jenazah di waduk
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, penangkapan berawal dari penyergapan terhadap Rizal dan Ivan. "Sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di Jalan Ubrug, Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, telah ditangkap dua orang terduga teroris namanya Ivan dan Rizal," katanya, kemarin.
Setelah menangkap keduanya, Densus lalu memburu dua rekan Ivan dan Rijal dengan mengintai kawasan Jatiluhur. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, tim Densus menggerebek Rumah Terapung di Waduk Jatiluhur.
Ketika hendak ditangkap, dua terduga teroris bernama Abu Sovi dan Abu Fais melakukan perlawanan. "Ada perlawanan dari keduanya, setelah kontak senjata, keduanya meninggal dunia," ujar perwira tinggi tersebut.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus, dua terduga teroris yang tewas karena melawan pada saat akan ditangkap. "Tadi ada informasi dua orang sudah dilumpuhkan dan jenazahnya berada di tengah danau di area KJA tempat penangkapan," tambah Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat.

Polisi bingung
Kapala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengaku kesulitan menangkap terduga teroris yang berada di rumah apung atau keramba jaring apung (KJA) Jatiluhur, Purwakarta. " Justru kita bingung kenapa di sini? Pertanyaannya, mengapa harus di rumah apung, sehingga menyulitkan (penangkapan)? Ketika kami minta mereka menyerah, mereka malah menyerang," ujar Anton di lokasi kejadian, Minggu (25/12).

Anton menjelaskan, jika mereka tidak menyerang, maka polisi tidak akan mengeluarkan tembakan. Namun karena terduga teroris melakukan penyerangan, polisi pun mengeluarkan tembakan. "Yang tidak menyerang selamat. Yang menyerang apa boleh buat. Karena kita kan tidak tahu mereka bawa bahan peledak atau tidak," ucapnya.
Anton mengaku masih bertanya-tanya kenapa mereka bisa di rumah apung. Karena jika terduga teroris itu sampai meledakkan Waduk Jatiluhur, bisa memakan banyak korban. "Coba kalau bendungan ini diledakkan, mau jadi apa? Makanya segera kita lumpuhkan," ujarnya. Anton bahkan sempat membandingkan dengan jumlah korban teroris di Gedung World Trade Center (WTC), New York, Amerika Serikat.

Menurut Anton, jika Waduk Jatiluhur diledakkan, jumlah korban bisa lebih banyak dibanding jumlah korban terorisme di WTC. "Ini lebih besar dari WTC. Purwakarta, Bandung, Karawang sampai Jakarta, bisa jadi korban," katanya.
Meski demikian Anton mengakui, dalam penyisiran kemarin, tidak ditemukan bahan peledak. "Di sini tidak ditemukan bahan peledak," katanya.
Namun petugas terus menyisir lokasi penggerebekan. Termasuk menyisir area dalam danau (waduk) Jatiluhur. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa di lokasi kejadian benar-benar aman dan steril. (Rabi/ meg/jar/wly/m7/kps)

Sabtu, 24 Desember 2016

Bima Diterjang Banjir Bandang , PLN Mati Total


Bima, Rabi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat memberangkatkan delapan genset dan dua truk bantuan logistik ke Kota Bima pada Rabu, 21 Desember 2016 malam.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasioal Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, untuk mengatasi keterbatasan listrik di Kota Bima, BPBD telah berkoordinasi dengan PLN Provinsi NTB. Sebagai langkah cepat, delapan genset yang ada di gudang BPBD NTB langsung diberangkatkan ke Kota Bima. "Selain itu koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk mengirim tenaga medis dan obat-obatan," ujar Sutopo alam keterangan tertulis yang diterima Radar Besuki. com.
Ratusan warga yang terdampak banjir bandang tersebut saat ini tengah dievakuasi oleh petugas. Warga di tiga wilayah Kota Bima, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima saat ini membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan. "Kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu karet, permakanan, air bersih, selimut, obat-obatan, genset, tenda, dan lainnya," imbuh Sutopo.
Kepala BNPB Willem Rampangilei, terus melakukan kontak dengan BPBD Provinsi NTB untuk mengambil langkah-langkah penanganan. Willem sendiri telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait perkembangan penanganan banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Sumbawa. "Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB berangkat ke lokasi bencana dan memberikan bantuan. Posko BNPB terus memantau semua perkembangan banjir," tutup Sutopo.
Sementara, Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram melaporkan situasi terkini kota Bima, pascabanjir susulan, Jumat siang 23 Desember 2016 berangsur-angsur surut. "Semakin surut," kata Koordinator Pos SAR Bima Heryanto melaporkan kepada Basarnas Kantor SAR Mataram.
Saat ini, kata dia, pemerintah daerah menginstruksikan warga tetap di tempat pengungsian sebagai antisipasi terjadinya banjir susulan mengingat potensi hujan masih akan terjadi. Selain itu, jaringan komunikasi saat ini masih terganggu dan aliran listrik di wilayah Kota Bima padam total.
Sehari setelah banjir bandang yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Bima, beberapa wilayah dan kelurahan kota Bima kembali diterjang banjir. Berdasarkan pantauan tim rescue Pos SAR Bima, banjir kali ini lebih parah dibandingkan banjir Rabu 21 Desember. "Kondisi terparah di wilayah Penarage, Pena Toi dan sekitarnya," ujarnya.
Basarnas telah mengevakuasi warga dari pagi hingga sore hari. Warga yang terisolasi banjir diungsikan sementara ke dataran yang lebih tinggi. Hingga saat ini belum ada laporam adanya korban jiwa.
Tak mau berlama -lama, PLN langsung turun tangan.  
General Manager PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat Karyawan Aji mengatakan kondisi kelistrikan di Kota Bima sudah pulih 89 persen setelah tim teknisi melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Ia juga mengatakan jumlah total beban sistem Bima yang dipasok PLN saat ini telah mencapai 37,6 megawatt (mw). Sementara pada kondisi normal sekitar 42 mw.  (din/rabi)

Sibuk Pengamanan Natal, 3 Tahanan Polres Kabur

Ilustrasi

Bandung, Rabi
Tiga tahanan kabur dari Mapolsek Ujung Berung, Kota Bandung pada Sabtu 24 Desember malam. Tahanan tersebut berinisial DN, 26, DP, 20, dan AF, 18.
Selain kabur, ketiga tahanan yang diketahui telah 20 hari menghuni jeruji besi Mapolsek Ujung Berung ini juga melakukan penganiayaan terhadap penjaga tahanan yaitu Bripka Sugeng Riyadi, 57.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan, insiden tersebut terjadi ketika ketiga tahanan tersebut meminta minum kepada petugas jaga tahanan. "Setelah diberikan minum, ketiganya menganiaya petugas hingga tidak berdaya lalu mengambil kunci lalu membuka pintu tahanan dan kabur," kata Hendro kepada wartawan di Mapolsek Ujung Berung, Kota Bandung, Sabtu (24/12/2016).
Hingga saat ini Bripka Sugeng Riyadi, telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan perawatan medis. Hendro menjelaskan, ketiga tahanan tersebut merupakan pelaku dari kasus pencurian disertai kekerasan. "Yang dua yaitu DN dan DP itu kasusnya curas sedangkan satu lagi, penodongan," beber Hendro.
Hendro mengimbau agar ketiga tahanan yang kabur tersebut segera menyerahkan diri. Tidak main-main, Hendro memperingati ketiganya agar bisa menyerah paling lambat pada Minggu 25 Desember 2016 sekitar pukul 08.00 WIB. "Saya peringatkan, agar segera nenyerah diri. Saya kasih waktu sampai pukul 08.00 WIB pagi," tegas Hendro.
Seluruh anggota kepolisian di wilayah hukum Kota Bandung dikerahkan guna mengejar ketiga tahanan tersebut. Hendro menjelaskan, pihaknya telah mengetahui rumah para pelaku. "Anggota telah dikerahkan, dan menyebar untuk mencari ketiga pelaku. Kami akan kerahkan kekuatan untuk menangkap pelaku," pungkas Hendro. (din/rabi)

Gubernur Bali Sidak RSUD Klungkung

Bali, Rabi
Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan dan dikelola oleh BPJS Kesehatan bisa lebih baik dari pelayanan yang diberikan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).
Demikian disampaikan ketika meninjau kesiapan integrasi program jaminan kesehatan daerah milik Pemprov Bali yaitu JKBM ke Pelayanan kesehatan JKN milik pemerintah pusat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung, Bali, Sabtu (24/12/2016).
Seperti sudah diketahui sebelumnya, guna menjalankan amanat undang-undang, per 1 Januari 2017, JKBM akan terintegrasi menjadi JKN.
“Banyak hal yang harus benar-benar diperhatikan sehingga masyarakat yang masih menginginkan JKBM tidak merasa kecewa dengan pengintegrasian tersebut,” ujarnya.

Pastika menyadari selama ini JKBM sudah melegenda di Bali, dan masyarakat Bali sudah terbiasa dengan program tersebut sehingga hambatan psikologis yang terjadi perlu mendapat perhatian.
“Sehingga ini sesuatu tantangan yang sangat berat, yang benar-benar harus kita beri perhatian lebih," jelasnya.
Menurutnya, Bali berbeda dengan daerah lain.
Kalau daerah lain menganggap JKN melalui BPJS Kesehatan tersebut sebuah anugrah dari pemerintah, sementara di Bali sudah ada JKBM yang sangat meringankan karena masyarakat benar – benar tidak membayar sedikitpun.
Sedangkan JKN bersifat asuransi yang dibayarkan meallaui BPJS Kesehatan.
“Tapi walaupun demikian kita harus ikuti aturan yang ada. Dan saya sudah mengingatkan pihak BPJS agar kualitas dari JKN harus lebih baik dari JKBM dan selain itu kan JKN ini bisa kita gunakan di seluruh Indonesia. Jadi tidak ada ruginya juga bagi masyarakat,” imbuhnya. (Rabi)

Wisata Bedugul Diterjang Longsor

Bali, Rabi
Longsor parah menimpa kawasan obyek wisata Kebun Raya Bedugul, Tabanan, Bali, Jumat (24/12). Selain menimpa kawasan wisata kebun raya, puluhan tempat ibadah pura juga rusak parah diterjang material longsor.
Pengelola akhirnya menutup obyek wisata alami di Bedugul tersebut hingga waktu yang tidak ditentukan. Wisatawan yang sudah terlanjur datang tidak diizinkan masuk oleh petugas setempat.
Hingga saat ini material longsor masih menimbun lokasi bencana. Sedikitya 12 pura rusak parah, termasuk beberapa unit bangunan yang ada di sekitarnya. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Longsor disebabkan hujan yang terus menerus sejak kemarin. Hujan itu menyebabkan tanah di sekitar kawasan kebun raya di bagian tebing longsor. "Saat ini upaya pembersihan terus dilakukan agar wisata kebun raya bisa segera dikunjungi lagi," kata I Wayan Seken, penjaga kawasan pura Kebun Raya Bedugul. ((RABI)

Ratusan Ribu Penduduk Terdampak Banjir Bima


Mataram, Rabi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat melansir sebanyak 105.758 jiwa penduduk di Kota Bima terkena dampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/12/2016) dan Jumat (23/12/2016). Saat ini kondisi ketinggian air sudah mulai surut. Para korban banjir membutuhkan makanan siap saji, pakaian layak pakai, air bersih, air minum, dan selimut.
Laporan dari Ahmad Subaidi, Antara

Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu

Medan, Rabi
Anggota Polrestabes Medan berhasil menggagalkan perederan narkoba jenis sabu seberat 10 kg dan 1.000 butir pil ekstasi, Jumat (23/12/2016). Polisi juga mengamankan dua tersangka, satu di antaranya tewas ditembak karena melawan.

Upaya pemberantasan ini terus digencarkan oleh Polisi, mengingat belakangan ini banyak pelaku peredaran barang haram semakin menjadi.
Mereka diduga kuat memanfaatkan situasi dan isu yang berkembang guna melancarkan aksinya. K hanya jajaran Polres, pihak pelabuhan juga aparat yang bertugas diperbatasan, meningkatkan itensitas pengawasan guna mengagalkan kejahatan jaringan barang haram ini. (Rabi)

Selasa, 20 Desember 2016

Minum Sabun Cair, 52 Orang Meregang Nyawa




Dunia, Rabi
Sebuah kota di Rusia mendeklarasikan status darurat setelah 49 orang tewas akibat meminum semacam sabun cair yang mengandung metanol, zat kimia beracun. Mereka meminumnya dalam rangka mencari minuman keras berharga murah.
Komite Investigatif Rusia meluncurkan penyelidikan resmi mengenai kematian 52 orang di Irkutsk, sebuah kota di Siberia. Puluhan orang tewas usai menenggak cairan beraroma berlabel sabun cair untuk mandi. Beberapa orang telah ditangkap atas kejadian ini.  Juru bicara pemerintahan Rusia Dmitry Peskov menyebut peristiwa di Irkutsk sebagai sebuah "tragedi" yang membutuhkan "perhatian khusus."

Perdana Menteri Dmitry Medvedev memerintahkan kabinetnya "menyelesaikan" masalah penjualan produk beralkohol yang bukan untuk diminum. Produk semacam itu biasanya dikategorikan sebagai kosmetik oleh otoritas Rusia. PM Medvedev menyebut banyaknya produk semacam itu di Rusia -- beberapa dijual di mesin penjual otomatis -- sebagai sesuatu "yang benar-benar memalukan."

Selain menewaskan 49 orang, puluhan lainnya yang ikut meminum sabun cair tersebut dilarikan ke rumah sakit di Irkutsk, kota yang terletak sekitar 4.200 kilometer dari Moskow. Seorang pegawai dari kantor kejaksaan lokal, Alexander Semyonov, mengatakan bahwa ada 57 orang yang meminum cairan beracun tersebut, di mana 52 di antaranya meninggal dunia.

Menurut kantor berita Tass, para pejabat menemukan bahwa cairan tersebut mengandung metanol dalam kadar mematikan. Polisi telah menggerebek sebuah fasilitas bawah tanah yang membuat produk tersebut, dan menyita 500 liter bahan baku di sekitar 100 toko di Irkutsk.
Di botol cairan jelas tertulis peringatan tidak untuk diminum. (wil/rabi)