Polres Bondowoso Terima Kedatangan Tim Wasrik

Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Kompol Kukuh S. Kurniawan SH.,MH., didampingi seluruh pejabat utama Polres Bondowoso menerima...

Sebuah Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

Wringin Anom kecamatan Panarukan,Rumah milik warga Kabul (70), pekerjaan tani, alamat dusun Barat Kebun terbakar pada saat ditinggal...

Penangkapan Spesialis Pengganda Uang Disaksikan Ribuan Masa Akhirnya Tak Berkutik Saat Diglandang

Bagi masyarakat Probolinggo, Jawa Timur, nama Taat Pribadi sudah tidak asing lagi. Pria berusia 46 tahun ini dikenal sebagai seorang spiritual pengganda uang...

Rapat Paripurna Gaduh Karena Anggota DPRD Tidur

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (2/11) berlangsung tegang...

5 Tersangkan Kasus Taat Pribadi Ditahan Polda

Hingga Rabu (2/11/2016) Polda Jawa Timur menetapkan dua Sultan Padepokan “Dimas Kanjeng” sebagai tersangka kasus penipuan penggandaan uang dan langsung menjalani penahanan...

Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

Banjir di Cirebon Meluas, Korban Butuh Sembako



CIREBON - Jumlah rumah yang terendam banjir di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bertambah. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 Cm hingga 1 meter. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Maryono, mengatakan 3.000 rumah terendam banjir hingga Senin 2 Januari. Banjir yang terendam di Kecamatan Gebang, Pabedilan, dan Waled. Maryono mengatakan ketinggian banjir semulanya mencapai dua meter. Namun siang ini, ketinggian banjir surut.

Dinas Sosial, ungkap Maryono, menurunkan petugas untuk membantu evakuasi warga ke sejumlah sekolah dan masjid. Dinsos juga memberikan bantuan sembako. "Kita sudah menerjunkan tim untuk membantu evakuasi dan distribusi sembako," kata Maryono.

Menurut Maryono, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kemarin malam. Kondisi diperparah dengan banjir bandang di Gebang."Jadi, airnya tidak bisa keluar ke laut," kata Maryono.

Menurut Maryono, beberapa warga kembali ke rumah masing-masing. Namun mereka cemas lantaran cuaca mendung dan khawatir hujan kembali turun.

Sebelumnya, Maryono menyebutkan 1.410 rumah terendam banjir. Maryono mengatakan banjir berlokasi di lima blok yaitu Gebang Udik, Gebang Ilir, Gebang Mekar, Mlakasari, dan Gebang Kulon.Sebanyak 1.410 rumah di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir. Banjir terjadi setelah hujan deras dan sungai meluap.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Maryono, mengatakan banjir berlokasi di lima blok. Yaitu Gebang Udik, Gebang Ilir, Gebang Mekar, Mlakasari, dan Gebang Kulon.
"Banjir paling parah terjadi di Gebang Udik. Sebanyak 800 rumah terendam banjir. Sedangkan di Gebang Kulon, hanya 10 rumah yang terendam banjir," ungkap Maryono.

Ia mengatakan petugas gabungan tengah mengevakuasi warga. Petugas menggunakan perahu karet. Maryono mengatakan masih mengecek jumlah rumah dan warga yang terkena dampak. Sebab petugas masih berkoordinasi. (rrn/rabi)


Pengunjung Keluhkan Pungli Parkir Kebun Binatang Surabaya



SURABAYA - Sejumlah pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengeluhkan pungutan liar tarif parkir. Sebab tarif parkir di kebun binatang ternama di Surabaya, Jawa Timur, tak sesuai dengan yang tertera pada karcis.


 Area parkir masuk kebun binatang.

Pengelola KBS mencantumkan tarif Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Namun saat membayar, pengunjung KBS harus mengeluarkan uang Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp7.000 untuk mobil.”Aneh sih karena tidak seperti biasanya dan tak sesuai yang tertera pada karcis,” kata Suhaimi, 34, warga Surabaya saat berkunjung ke KBS pada Senin (2/1/2017).

Suhaimi bingung dengan bayaran itu. Ia menilai itu sebagai pungutan liar.
Mustain, 45, pengunjung lain pun mengeluhkan hal serupa. Ia datang bersama teman-temannya.
Sama seperti Suhaimi, ia juga harus membayar biaya parkir lebih besar ketimbang tarif pada karcis. Padahal, ungkapnya, ia biasa membayar tarif parkir sesuai dengan nilai pada karcis.

Meski demikian, petugas parkir tak tahu menahu soal tarif. Ia hanya menjalankan tugas menarik biaya parkir sebesar Rp5.000 sesuai perintah.”Saya juga enggak paham. Silakan sampeyan tanya ke pihak terkait,” kata pria yang enggan menyebutkan namanya itu.

KBS masih menjadi idola warga Surabaya untuk berekreasi. Pada musim libur akhir 2016, pengunjung KBS mencapai 19.174 orang. Jumlah itu meningkat dari periode yang sama di 2015 yaitu 10.318 orang.“Peningkatan jumlah pengunjung tahun ini dikarenakan bertepatan di hari Sabtu, sehingga pengunjung memiliki waktu lebih panjang,” kata Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), Laily Widya Arishandi.

Selain koleksi satwa, KBS juga menyuguhkan berbagai hiburan untuk pengunjung. Di antaranya kolam renang, wisata perahu, live music, dan kesenian jaranan atau kuda tiruan. (rrn/rabi)




Diduga Salah Orang, Polisi Dibacok



JOMBANG - Kepolisian belum mendapat titik terang atas motif pembacokan yang menimpa salah satu anggota Mapolsek Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Tim tengah mendalami kasus yang terjadi pada malam tahun baru itu. “Kita masih mendalami kasus tersebut, apakah termasuk kriminal murni atau teror kepada anggota,” ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Senin (2/1/2017). 

 Iptu Suwono (tak berbaju) menjalani perawatan di ruang Asoka RSUD Jombang, Jatim

Pihaknya telah menerjukan tim dari Satreskrim dan Satintelkam serta Polsek Mojoagung dan Jogoroto. Barang bukti pedang sepanjang 50 sentimeter pun telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. Detasemen Khusus 88 Antiteror juga dimintai bantuan guna mengungkap indikasi teror terhadap anggota.
Agung menuturkan, ciri-ciri dan kendaraan pelaku telah diketahui. Pelaku berperawakan sedang, tinggi 160 sentimeter. Pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Agung juga mengimbau anggota yang bertugas untuk mengenakan identitas atau seragam, serta selalu berhati –hati saat bertugas. “Iptu suwono ketika kejadian tidak menggunakan seragam sebagai identitas kepolisian,” imbuh Agung.

Iptu Suwono, Kanit Sabhara Polsek Mojoagung, disabet benda tajam saat melintas di Jalan Raya Desa Tambar, Jogoroto, tepatnya di belakang bekas Pabrik Rosela, Minggu (1/1/2017) dini hari. Dia diserang usai tugas pengamanan tahun baru. Suwono mendapatkan 103 jahitan di lengan kanan akibat luka sedalam 10 sentimeter. Dia dirawat di ruang Asoka RSUD Jombang.
Sementara, menurut sebagian warga, kejadian itu diprediksikan akibat pelaku pembacokan salah sasaran atau salah orang. Itu dikarenakan saat kejadian sang Polisi tidak mengenakan (berpakaian) seragam polisi, dikiranya orang umum. “Mungkin salah orang Mas,” katanya menduga. (san/rabi)

Jumat, 30 Desember 2016

25 Tahun Gelap Ahirnya 9 Desa Terang Benderang

Indonesia, Rabi
PT PLN (Persero) terus menjalankan program mengalirkan listrik ke desa-desa terpencil menjelang tutup tahun. Kali ini, sembilan desa terpencil di Kalimantan Selatan akhirnya terang benderang. Sembilan desa ini telah menanti datangnya listrik selama seperempat abad. Namun, baru di penghujung 2016 bisa dialirkan listrik.

Kesembilan desa tersebut adalah Desa Anjir Handil Manting, Kecamatan Anjir Muara, Desa Handil Aji, Desa Tinggiran Baru 1 dan Desa Tinggiran Baru 2 di Kecamatan Mekarsari, Desa Bahandang, Desa Karang Bunga, Desa Semangat Dalam, Desa Tebing Rimbah Raya di Kecamatan Mandastana, dan Desa Pantang Raya, Kecamatan Tabukan, Kalimantan Selatan.

Bupati Barito Kuala H. Hasanuddin Murad mengungkapkan kebahagiaan untuk pertama kalinya di Desa Anjir Handil Manting dialirkan listrik. Ia yakin dengan listrik ini akan memberikan dampak peningkatan perekonomian masyarakat.
Tak tanggung-tanggung, sembilan desa hari ini resmi menikmati listrik secara penuh," ujar Hasanuddin, dalam keterangan tertulis PLN, di Jakarta, Sabtu (31/12/2016).

General Manager PLN Kalselteng Purnomo mengungkapkan, upaya PLN untuk mengalirkan listrik desa-desa yang masih meredup merupakan cara untuk mewujudkan cita-cita menuju Kalimantan Terang. Pada tahap pertama ini, total lebih dari 250 Kepala Keluarga (KK) resmi dialiri listrik.
"Untuk mengalirkan listrik ke sembilan desa ini, PLN telah menggelontorkan investasi lebih dari Rp4,4 miliar untuk membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,25 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,24 kms, 3 buah Trafo dengan kapasitas 100 kilo Volt Ampere (kVA) dan 7 Trafo berkapasitas 50 kVA," jelas Purnomo.
Lebih lanjut, Purnomo menjelaskan bahwa pada akhir 2016 ini secara total PLN berhasil mengalirkan listrik 61 desa di Kalimantan Selatan dan 51 desa di Kalimantan Tengah, sehingga secara keseluruhan 112 desa di Kalselteng saat ini telah dapat menikmati listrik secara penuh dari PLN.
Untuk menjaga keandalan suplai listrik, diperlukan partisipasi bersama masyarakat untuk saling menjaga aset jaringan kelistrikan. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah memangkas pohon yang hampir menyentuh jaringan listrik, agar suplai listrik tidak terganggu.

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif sehingga secara langsung dapat berdampak terhadap perekonomian. Tak lupa saya juga mengajak semua masyarakat untuk tetap melaksanakan budaya hemat listrik, agar manfaat listrik dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak," pungkas Purnomo. (Rabi)

Pakai Baju Kalian, Penari Striptease 'Digoyang' Polisi


Jakarta, Rabi
Hentakan musik yang dikomandoi seorang disc jockey (DJ) di lantai 5 area lounge Hotel FM1 Boutique, Jakarta Barat, sontak berhenti. Lampu kedap-kedip berganti lampu normal.

Beberapa penari wanita tanpa sehelai pakaian (striptease) yang asik berjoget pun berlarian. Pengunjung yang tengah menikmati tarian mereka pun tersentak. Wajah-wajah cemas jelas terpancar. Adrenalin terganti kekhawatiran.
Pakai baju kalian!" teriak anggota polisi yang masuk untuk merazia narkoba di tempat hiburan di Jalan Letjen S. Parman, Grogol Pertamburan, Jakarta Barat, Jumat dini hari (30/12/2016).

Satu per satu pengunjung digeledah polisi. Hasilnya ditemukan dua linting ganja siap pakai dan satu paket ganja yang dimasukkan ke bungkus rokok.
Tiga pengunjung yang kedapatan membawa barang itu mengelak. Mereka mengaku ganja itu milik rekannya yang telah meninggalkan tempat terlebih dahulu. Ketiganya pun diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Hotel FM1 merupakan salah satu dari enam tempat hiburan yang dirazia polisi. Razia dilakukan serentak di seluruh Jakarta.
Di lokasi kedua, Hotel Menara Peninsula, petugas mengamankan seorang pengunjung yang positif narkoba. Empat tempat lain, Grand MTR, Grand LA, Sariayu, dan Royal yang masuk kawasan pertokoan Kota Indah, Taman Sari, Jakarta Barat, digeledah bersamaan. Hasilnya dua paket sabu ditemukan di dua lokasi, yakni Grand MTR dan Grand LA.
Wakapolres Jakarta Barat AKB Faizal mengatakan razia dilakukan untuk menindak pengedar serta pengguna narkoba di tempat hiburan malam. Faizal menegaskan lokasi razia dipilih berdasarkan pantauan terindikasi ada peredaran narkoba.

Hasil razia diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai catatan bahwa di dua tempat hiburan ditemukan narkoba. Jika sampai dua kali kedapatan narkoba, tempat hiburan malam tersebut bakal ditutup Pemprov DKI. Masih ditemukannya narkoba di tempat hiburan malam menandakan adanya pembiaran dari pengelola.

Mereka tak Kapok
Padahal belum lama, Diskotek Mille's ditutup lantaran didapati pengunjungnya membawa atau mengonsumsi narkoba. Media Indonesia, saat berkunjung ke area FM1 Boutique, tidak diperiksa. Terkesan dibiarkan, tarian erotis juga ditampilkan saat jam tertentu. (MI/trk/rabi)

Pergantian Tahun Status Siaga di Seluruh Willayah

New Year 2017
Polri menetapkan status siaga di seluruh wilayah Indonesia saat perayaan malam tahun baru 2017. Status ini sengaja ditetapkan untuk memberi rasa aman bagi masyarakat.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, seluruh personel yang ada bakal dikerahkan untuk mengawal jalannya perayaan malam tahun baru. Personel bakal diterjunkan di titik keramaian dan objek vital yang ada di setiap pelosok daerah.
"Daerah yang membutuhkan kehadiran Polri, membutuhkan pelayanan optimal dari pengamanan itu sendiri. Manya kita nyatakan status siaga," ujar Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/12/2016).

Namun, Martinus enggan merinci jumlah personel yang diterjunkan untuk pengamanan perayaan pergantian tahun. Kata dia, pengerahan jumlah personel bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai situasi yang ada. "Tapi kita siaga. Dalam arti setiap personel siap dipanggil untuk bantuan melakukan pengamanan," jelas Martinus.www.radarbesuki.com
Polri mengimbau warga tetap tenang menjalani kegiatan selama akhir tahun. Martinus menegaskan, kondisi keamanan masih terkendali sejauh ini."Tapi kita tidak bisa katakan 100 persen tidak akan terjadi gangguan apa-apa. Kita hanya bisa berdayakan seluruh personil pengamanan di seluruh daerah," jelas Martinus. (dri/rabi)

Wabup 'Sikapi' Narkoba Masuk Pesantren

Probolinggo, Rabi
Peredaran narkoba di lingkungan Kabupaten Probolinggo, yang belakangan ini marak beredar di dunia pondok pesantren (Ponpes) tengah menjadi sorotan Polres Probolinggo dan Pemkab setempat.
Adanya penyebaran narkoba berbagai jenis ke pesantren, pihak Pemkab Probolinggo dan kepolisian menggalakkan  Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dimana gerakan dilaksanakan bersama dengan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di kawasan permukiman penduduk dan pusat kegiatan masyarakat lainnya.
“Ya, peredaran narkoba di kalangan pesantren kini makin menjadi di Kabupaten Probolinggo. Jangankan di pesantren, waktu pengajian pun banyak pemakai narkoba berkeliaran, itu beberapa kali saya temui sendiri,”jelas Timbul Prihanjoko, Wakil Bupati Proboinggo, saat giat pemusnahan puluhan ribu botol miras dan narkoba di Mapolres Probolinggo, 2016.
Dari itu kata Timbul, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para ulama setempat, para pengasuh pesantren, seluruh elemen masyarakat dan utamanya kepolisian, untuk bertindak lebih cepat menangani permasalahan ini. "Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, harus segera ditindak lanjuti dari hari ini juga," tegas Timbul, saat pemusnahan BB berlangsung.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, juga menegaskan bahwa kepolisian bersama Pemkab akan menggalakkan P4GN, dan menggandeng seluruh tokoh masyarakat, instansi terkait, wali santri, pangasuh pesantren untuk melakukan pencegahan atas maraknya narkoba yang tengah beredar di kalangan pesantren.
“Kami gerakan Satgas, melakukan MoU dengan para ulama, dan terus bersilaturrahmi dengan para ulama utamanya di kalangan pesantren. Kami nanti bisa menginput penggunga narkoba ataupun pendistribusian narkoba itu,”ujar Kapolres Arman, Kepada wartawan.www.radarbesuki.com
Sedangkan di Mapoles Probolinggo sendiri pada akhir tahun 2016 kali ini, tengah melakukakn pemusnahan miras sebanyak 20 ribu botol, sabu-sabu sebanyak 26,70 gram, edar  dan farmasi atau pil dextro dan pil koplo sebanyak 77,672 butir.(fir/rabi)

Revolusi Moral Masyarakat Republik Kopi


BONDOWOSO, Rabi
Memasuki awal tahun 2017 akan banyak warna baru yang akan muncul dikota tape yang telah mendeklarasikan Republik Kopi. Bukan hanya tentang tensi politik, melainkan sejumlah tatanan mulai perkantoran dan nama dinas yang dilebur sesuai tipenya. Tak pelak, stadion Magendanapun yang tidak bermanfaat, serta banyak bangunan mospro, akan disulap menjadi icon Bondowoso.

Hal ini dijelaskan oleh ketua forum Wira Usaha Baru (WUB) Astra Mandiri Jaya, Ilham Mulyadi. Menurut aktifis dan kordinator pergerakan di Bondowoso juga wilayah se Tapal Kuda ini, tempat strategis tetsebut akan memecah titik pusat keramaian yang selama ini belum ada solusi di Bondowoso.

"Sebagai pengusung 'Aswaja' saya sangat peduli dengan Bondowoso, serta prihatin akan kondisi Bondowoso yang belum sesuai target tujuan. Ini bukan soal kegagalan, melainkan kreatifitas inovasi etika dan budaya menatap masa depan lebih baik. Nantinya, Ä·ami akan wujudkan keinginan Presiden Republik Kopi. Tahun depan, 2017 impian itu akan nyata bersama rakyat Bondowoso," jelasnya, Jum'at (30/12/2016).

Kata pria yang kental dengan Jaringan Aksi Merah Putih (Jas Merah) ini, mewujudkan itu semua tidaklah mudah. Dengan memberikan peluang berkarya bagi korban PT Agro yang seraya menunjukkan bahwa angka pengangguran di Bondowoso sangat tinggi, langkah ini solusi yang tepat. Dengan Republik Kopi, adik -adik di WUB akan tersalurÄ·an skil dan bakatnya masing - masing. "Sedikitnya 60 orang akan terlibat dalam trobosan ini," imbuhnya.
Pantauan Radar Besuki (Rabi), kondisi stadion Magenda sungguh memprihatinkan. Selain ada tempat pembuangan sampah dibalik taman Lalu lintas, kamar mandi dan kantor juga tidak difungsikan. Sehingga, beragam anggapan kalau dana yang cukup besar untuk stadion ini, mospro. Rencana pengalihan dan pemecahan pusat keramaian juga belum ada solusi kongkrit.

Akibatnya, situasi yang kurang menguntungkan bagi 'Aswaja' ini, memantik kepedulian nyata dari kaula muda yang dikordinir oleh Ilham Mulyadi. Nantinya, disekitar tembok stadion akan dibangun outlet berjejer guna memasarkan kopi khas Bondowoso. Selain itu, akan didirikan mini cafe untuk wisata kuliner.
Bahkan, lapangan stadion akan difungsikan kembali secara intens mengadakan event dan turnamen Sepak Bola, guna mengembalikan kejayaan Persebo (Persatuan Sepak Bola Bondowoso). Sedangkan lahan yang memanjang akan dijadikan edukasi olah raga bahi adik -adik pelajar. "Untuk itu semua, saya akan mengajukan Perda Pemanfaatan Stadion yang sesuai dengan fungsinya. Semua itu untuk masyarakat Bondowoso, bukan perorangan atau kelompok dan golongan," pungkas Ilham Mulyadi, disela -sela menata konsep sambut tahun baru 2017. (Din/red/rabi)

Rabu, 28 Desember 2016

Perampok Pulomas 1 Tewas, 1 jalani Pemeriksaan Intensip

Jakarta, Rabi
Dua pelaku perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, RB (Ramlan Butar-Butar) dan ES (Erwin Situmorang) berhasil ditangkap aparat. Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan mengatakan, keduanya sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Olah TKP yang membuahkan hasil ungkap

Dikabarkan, saat dilakukan penangkapan, polisi tembak pelaku sibagian kaki. Salah satu dari dua tersangka pelaku pembunuhan sadis di Pulomas tewas dalam penangkapan di Bekasi, Jawa Barat, karena melawan petugas. Polisi mengaku menembaknya di bagian kaki, namun karena pelaku memiliki riwayat penyakit gagal ginjal sehingga pelaku tewas karena kehabisan darah.

"Yang bersangkutan berperan sebagai pelaku paling dominan. Yang bersangkutan DPO kita juga," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2016).
Iriawan menyebut, RB tak asing dalam kasus perampokan. Ia kerap melakukan perampokan sejak 2001. "Yang bersangkutan malang melintang jadi pelaku perampokan sejak 2001 sampai sekarang," ucapnya.
Korban perampokan termasuk keyua RT

Dalam peran perampokan sadis di rumah Dodi Triono, RB merupakan pelaku yang pertama masuk ke rumah korban. "Ini juga yang dominan memasukkan korban ke kamar mandi atau WC dan membawa senjata," terang Iriawan.
Sebelumnya, Dodi Triono, 50, Ketua RT 12 RW 16 Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, meninggal di kamar mandi di kediamannya. Belum diketahui pasti apa penyebab pembunuhan ini. Diduga kuat motifnya adalah perampokan.
Dodi dan 10 orang lainnya ditemukan dalam satu kamar mandi berukuran 1,5 m x 1,5 meter di sebuah rumah Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jaktim, Selasa 27 Desember. Enam orang, termasuk Dodi, meninggal. Lima lainnya muasih hidup dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Seorang pelaku yang dilumpuhkan dengan ikatan

Kasus ini terungkap lewat laporan Sheila Putri, warga setempat. Dia melapor ke Pos Polisi Kayuputih, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 09.25 WIB. Enam korban tewas diduga akibat kehabisan oksigen. (din/rabi)


Selasa, 27 Desember 2016

Harapan Kalapas Bondowoso Untuk Republik Kopi



Bonsowoso, Rabi
Setelah bertugas hampir 2 tahunan, Kepala Lapas Klas II Bondowoso, mendapat kepercayaan memimpin lapas Mojokerto. Meski sudah menerima surat mutasi, M. Hanafi, SH, M. Hum - Kalapas masih terus bersinergi dengan lapisan masyrakat Bondowoso. Upaya stabilitas kemanan dan reformasi hukum, masih gencar mensosialisasikan.
Seperti yang disampaikan pada awak media, kemarin. "Saya dimutasi ke Lapas Mojokerto. Saat ini masih gladi bersih dan persiapan sertijab. Saya selalu berharap agar ritme pemerintahan lebih baik dan pro rakyat, serta supremasi hukum terus ditingkatkan. Meski saya di lapas Mojokerto, saya masih intens memikirkan nasib masyarakat Bondowoso," ucapnya.
Menurut Hanafi, masyarakat Debesah sebentar lagi disibukkan dengan isu pilkada. Tentu mengharapkan Pemimpin yang mampu merumuskan visinya yang jelas dan rasional, serta selalu berorentasi Bondowoso kedepan dan yang mampu mengantisipasi dan bisa mentranformasi tuntutan masyrakat Bendebesah. "Bisa mengarahkan masyarakat DEBESAH untuk mencapai kesejahteraan yang mandiri. Memiliki wawasan cara pandang ke depan. Manpu menggerakkan seluruh potensi pemerintahan ke arah masa depan yang dicita -citakan masyarakat DEBESAH," urainya.
Lanjutnya,  Pemimpin itu mampu menggerakkan rasa setiap pribadi, sehingga rela dan ihlas mengabdi untuk mencapai tujuan. Maka tokoh yang ramai diperbincangkan saat ini, kira -kira yang patut menjadi pemimpin Republik Kopi, kedepan. "Karena pemimpin kedepan dituntut berfikir, bersikap dan berindak dan memilih prioritas sasaran pembangunan. Tindakan cerdas sangat di perlukan agar mampu mengantisipasi dan menyikapi perkembangan lingkungan strategis dan selain memiliki kecerdasan intelektual, seorang pemimpin juga dibutuhkan kecerdasan emosional," tambahnya.
Kata Hanafi, kesalahan pemimpin dalam membaca dan menterjemahkan emosi lawan bicara, termasuk emosi masyarakat, akan berakibat ketidakpuasan dalam proses pengambilan keputusan yang strategis. "Saya berharap kedepan kepala daerah tidak selalu disuguhi 'telur mata sapi', sehingga impian masyarakat Bondowoso jadi nyata," pungkasnya.
Sekedar diketahui, Kamis kemarin Kalapas Klas II B Bondowoso sudah menjalani pelantikan dikantor wilayah Kementrian Hukum dan HAM di Surabaya. (Gus/din/rabi)

Senin, 26 Desember 2016

PERSIDANGAN AHOK TETAP DI GAJAHMADA


Jakarta, Rabi
Sidang kasus penistaan agama yang menjerat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama tetap digelar di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, pada Selasa (27/12/2016).
Sidang ketiga itu beragenda pembacaan putusan sela oleh majelis hakim. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, memastikan hal tersebut. "Masih. Iya masih di Gajah Mada. Mungkin baru minggu depan pindah," ujar Argo, kepada wartawan, Senin (26/12/2016).
Untuk pengamanan, kata dia, aparat kepolisian masih tetap mengamankan jalannya sidang sesuai standar operasional (SOP). Ini telah dilakukan di sidang pertama dan sidang kedua. "Masih sama yang kemarin. Besok kan cuma pembacaan sela dari majelis sekitar 1 jam," tambahnya.
Sebelumnya, MA telah menyetujui permohonan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya tentang pemindahan tempat persidangan perkara Ahok.
Sidang akan dipindah dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang berlokasi di Jalan Gajah Mada nomor 17, Jakarta Pusat ke auditorium Kementerian Pertanian, di Jalan RM Harsono nomor 3, Ragunan, Jakarta Selatan.

Persetujuan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Ketua MA No.221/KMA/SK/2016 dan diterbitkan oleh Ketua MA, Hatta Ali, pada Kamis, 22 Desember 2016. Alasan perpindahan tempat persidangan Ahok ini lantaran faktor keamanan dan kapasitas ruang persidangan.
Sebelumnya, Sidang lanjutan perkara penistaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum bisa dipindahkan.
Pemindahan sidang ke auditorium Kementerian Pertanian (Kementan) tergantung putusan sela dari majelis hakim atas nota keberatan (eksepsi) terdakwa dan penasihat hukum terdakwa. Sidang Ahok tetap dilaksanakan di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gedung yang beralamat di Jalan Gajah Mada nomor 17, Jakarta Pusat, tersebut kini dijadikan tempat sementara P{engadilan Negeri Jakarta Utara. Sidang Ahok yang dijadwalkan, Selasa (27/12/2016) besok eragendakan pembacaan putusan sela.
Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Didik Wuryanto, mengatakan jika majelis hakim menolak eksepsi terdakwa dan penasihat hukumnya, otomatis sidang Ahok berakhir sehingga tidak ada pemindahan lokasi persidangan.
Tempat persidangan perkara Ahok ini akan dipindah ke auditorium Kementerian Pertanian jika majelis hakim menolak eksepsi terakwa dan penasihat hukumnya."Untuk pemindahan, kita lihat hasil sidang putusan sela besok," kata Didik Wuryanto saat dihubungi, Senin (26/12/2016).
Ia menambahkan, jadi atau tidaknya pemindahan lokasi persidangan perkara Ahok akan dibacakan majelis hakim pada akhir persidangan pembacaan putusan sela. (Rabi)

Waduk Jariluhur Mendadak Heboh

Jawa Barat, Rabi
Waduk Jatiluhur, Purwa­karta, Jawa Barat, yang dikenal sebagai kawasan perikanan dan juga kawasan wisata, mendadak heboh, Minggu (25/12). Tim Densus 88 Mabes Polri menggerebek tempat itu. Tanpa diduga oleh warga, di sana ternyata bersembunyi 4 orang terduga teroris.

Dua terduga teroris, Rizal alias Abu Marham (29) dan Ivan Rahmat Syarif (28) ditangkap petugas. Sedangkan dua lainnya, Abu Faiz dan Abu Sovi alias Abi Azis alias Mas Brow, ditembak mati karena berusaha melawan. Rizal dan Ivan diketahui menyewa rumah kolam jaring apung di Waduk Jatiluhur, Desa Cibinong, Purwakarta.

Menurut Gugun Gunawan (25), warga Desa Cibinong, ia sempat datang ke kolam jaring ikan yang disewa mereka. "Setahu saya tidak melapor RT/RW, karena namanya juga petani ikan kolam jaring apung," kata Gugun di dermaga Dishub Jabar, Desa Cibinong, kemarin.
Gugun mengaku, ia mendengar suara tembakan di rumah apung (kolam jaring apung) yang dikontrak kedua Rizal dan Ivan. "Tadi jam 13.00 WIB ada tembakan. Dua orang setelah ditembak sempat tercebur ke dalam air, dan sisanya ditangkap," tutur Gugun.
Belakangan diketahui, yang ditembak hingga tewas dan sempat tercebur ke waduk itu adalah Abu Faiz dan Abu Sovi.

Dituturkan Gugun, ia tidak menduga Rizal dan Ivan yang mengontrak kolam jaring apuu66ung itu terlibat jaringan terorisme. "Kalau yang dua orang lagi yang meninggal (Abu Faiz dan Abu Sovi) itu mah baru datang tadi dini hari (untuk memancing). Setahu saya tidak ada yang mencurigakan, karena mereka datang ke sini sama seperti para pemancing lainnya," beber Gugun.

Saksi lainnya, Siti Amaliah (38), mengaku sempat melihat aksi pemukulan Tim Densus 88 Antiteror kepada dua terduga teroris, Rizal dan Ivan. Pasalnya dua teroris tersebut mencoba melawan saat ditangkap. "Dipukulin keluar darah. Sudah bonyok, hidung keluar darah," katanya.
Sedangkan di rumah apung Waduk Jatiluhur, tim Densus 88 menembak mati dua teroris, Abu Faiz dan Abu Sovi. "Kalau di sini (rumah apung), terakhir dua tewas," jelas Amalia.
Maksum Kosasih (33), warga lainnya, juga heran kenapa terduga teroris menyewa kolam jaring apung di Bendungan Jatiluhur. "Yang datang bikin kolam jaring apung ini dari mana-mana. Nah pertanyaannya kenapa mereka tinggal di kolam jaring apung?" ujar Kosasih.

Jenazah di waduk
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, penangkapan berawal dari penyergapan terhadap Rizal dan Ivan. "Sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di Jalan Ubrug, Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, telah ditangkap dua orang terduga teroris namanya Ivan dan Rizal," katanya, kemarin.
Setelah menangkap keduanya, Densus lalu memburu dua rekan Ivan dan Rijal dengan mengintai kawasan Jatiluhur. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, tim Densus menggerebek Rumah Terapung di Waduk Jatiluhur.
Ketika hendak ditangkap, dua terduga teroris bernama Abu Sovi dan Abu Fais melakukan perlawanan. "Ada perlawanan dari keduanya, setelah kontak senjata, keduanya meninggal dunia," ujar perwira tinggi tersebut.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus, dua terduga teroris yang tewas karena melawan pada saat akan ditangkap. "Tadi ada informasi dua orang sudah dilumpuhkan dan jenazahnya berada di tengah danau di area KJA tempat penangkapan," tambah Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat.

Polisi bingung
Kapala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengaku kesulitan menangkap terduga teroris yang berada di rumah apung atau keramba jaring apung (KJA) Jatiluhur, Purwakarta. " Justru kita bingung kenapa di sini? Pertanyaannya, mengapa harus di rumah apung, sehingga menyulitkan (penangkapan)? Ketika kami minta mereka menyerah, mereka malah menyerang," ujar Anton di lokasi kejadian, Minggu (25/12).

Anton menjelaskan, jika mereka tidak menyerang, maka polisi tidak akan mengeluarkan tembakan. Namun karena terduga teroris melakukan penyerangan, polisi pun mengeluarkan tembakan. "Yang tidak menyerang selamat. Yang menyerang apa boleh buat. Karena kita kan tidak tahu mereka bawa bahan peledak atau tidak," ucapnya.
Anton mengaku masih bertanya-tanya kenapa mereka bisa di rumah apung. Karena jika terduga teroris itu sampai meledakkan Waduk Jatiluhur, bisa memakan banyak korban. "Coba kalau bendungan ini diledakkan, mau jadi apa? Makanya segera kita lumpuhkan," ujarnya. Anton bahkan sempat membandingkan dengan jumlah korban teroris di Gedung World Trade Center (WTC), New York, Amerika Serikat.

Menurut Anton, jika Waduk Jatiluhur diledakkan, jumlah korban bisa lebih banyak dibanding jumlah korban terorisme di WTC. "Ini lebih besar dari WTC. Purwakarta, Bandung, Karawang sampai Jakarta, bisa jadi korban," katanya.
Meski demikian Anton mengakui, dalam penyisiran kemarin, tidak ditemukan bahan peledak. "Di sini tidak ditemukan bahan peledak," katanya.
Namun petugas terus menyisir lokasi penggerebekan. Termasuk menyisir area dalam danau (waduk) Jatiluhur. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa di lokasi kejadian benar-benar aman dan steril. (Rabi/ meg/jar/wly/m7/kps)