Polres Bondowoso Terima Kedatangan Tim Wasrik

Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Kompol Kukuh S. Kurniawan SH.,MH., didampingi seluruh pejabat utama Polres Bondowoso menerima...

Sebuah Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

Wringin Anom kecamatan Panarukan,Rumah milik warga Kabul (70), pekerjaan tani, alamat dusun Barat Kebun terbakar pada saat ditinggal...

Penangkapan Spesialis Pengganda Uang Disaksikan Ribuan Masa Akhirnya Tak Berkutik Saat Diglandang

Bagi masyarakat Probolinggo, Jawa Timur, nama Taat Pribadi sudah tidak asing lagi. Pria berusia 46 tahun ini dikenal sebagai seorang spiritual pengganda uang...

Rapat Paripurna Gaduh Karena Anggota DPRD Tidur

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (2/11) berlangsung tegang...

5 Tersangkan Kasus Taat Pribadi Ditahan Polda

Hingga Rabu (2/11/2016) Polda Jawa Timur menetapkan dua Sultan Padepokan “Dimas Kanjeng” sebagai tersangka kasus penipuan penggandaan uang dan langsung menjalani penahanan...

Tampilkan postingan dengan label Advetorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Advetorial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2016

Menelusuri Pemegang Saham Negeri ini (01)



01
www.radarbesuki.com
Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari kepulauan, beragam Ras, suku, agama dan keyakinan. Sebelum menjadi sebuah nama yang kini menjadi panutan bangsa asing, kawasan ini bernama Nusantara. Entah butuh berapa tahun lamanya, agar pulau –pulau ini menjadi sebuah kesatuan, mencipta kekuatan, mewujudkan sebuah kemerdekaan. Dari Nusantara ahirnya menjadi sebuah negara kebanggaan, Negara INDONESIA.
 www.radarbesuki.comDari proses yang tidak mudah itu, tersirat lalu terbentuk simbol –simbol, sebuah nama yang menjadi kebanggaan pemiliknya. Kesadaran akan kesamaan tekad, membuahkan satu kekuatan besar, misalnya berjayanya Majapahit denga Patih Gajah Mada. Dengan apa yang dimilikinya, dapat menyatukan bumi Nusantara. Muncul tokoh –tokoh yang peduli dengan tanah kelahirannya, meyerukan bahwa hidup harus lepas dari sebuah kekakangan.

Terlepas berjalannya taqdir Ilahi Robby, bumi Nusantara telah menjadi jujukan bangsa asing untuk mengeruk kekayaan, sumber daya alam, demi negrinya diujung sana. Penduduk asli Nusantara (Pribumi) dijadikan budak nafsu, sapi perahan, hingga diperas keringatnya tanpa belas kasihan. Kita juga tahu ada kerja Romosa, tentunya tidak sedikit yang menjadi korban kebiadaban sang penjajah.
Dari semua rentetan peristiwa demi kehidupan dang penghidupan kala itu, tetntunya banyak nama –nama pejuang, pejuang demi tanah kelahirannya, pejuang demi keluarganya, pejuang demi cita –citanya. Berangkat dari ragam kepentingan dan cita –cita yang diseruakkan kepermukaan, hingga tidak hanya manusia yang beridentitas pria, wanitapun tak mau kalah dengan situasi dan kondisi yang sama.  www.radarbesuki.com
Menyebut nama dari para pejuang, bukanlah hal yang tak penting. Melainkan, hasil dari apa yang dilakukan tetntunya menjadi legitimasi apa yang selama ini diupayakan untuk diraihnya. Sebelum terbentuk sumpah pemuda, muncul perlawanan sengit dari putra –putri Bumi Nusantara, mereka semua se irama dalam tujuannya, mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Mereka yakin, dengan korbankan darah dan nyawa, penduduk Nusantara akan sejahtera.


Berguguranlah sang pejuang, satu persatu mereka meninggalkan nama dan kebanggannya bagi manusia yang masih tinggal dibumi Nusantara ini. Nama –nama pejuang yang setujuan dan sejiwa dalam niat, diabadikan, tersirat dalam beragam buku sejarah. Nama –nama itu tetap hidup dalam benak dan pikiran bagi penerusnya, penerus perjuangan demi kesejahteraan penduduk Nusantara.
Kerajaan –kerajaan yang bermunculan dengan pamer kekuatan, runtuh disaat ada dan berani membrantas pejuang yang hanya mementingkan keluarganya. Tinggallah nama, serta masa kejayaannya dalam siratan lontar yang tersebar disegala penjuru mata angin bumi Nusantara ini. Kekuatan, kedigjayaan, serta kemampuan menguasai waktu dan masa, hingga saat ini masih terlihat nyata dari sebagian yang pernah ada.  www.radarbesuki.com
Dari semua itu, terlihatlah bahwa bumi Nusantara ini meyimpan kekayaan yang luar biasa. Bukan hanya sumber daya alam (SDA), melainkan sumber daya manusia (SDM), dari yang bernyali hingga yang sakti madra guna. Penduduk Bumi Nusantara terbesar ada disebuah pulau yang dikenal dengan pulau Jawa. Dari proses alam, keinginan sang pencipta, ahirnya pulau itu menjadi 3 nama, Jawa bagian barat (Jawa Barat),  Jawa yang ditengah (Jawa Tengah) lalu Jawa bagian timur atau dikenal Jawa Timur.

Seiring itu pula, pulau –pulau yang tersebar secara alamiah sudah berlebel dengan nama yang menjadi culture  (budaya) disekitarnya.  www.radarbesuki.com Ragam nama itu bersimiliasi sejalannya waktu, hingga terwujud sebuah kawasan kesatuan yang luas terbentang dengan kebanggan dan Culture serta Agma yang tidak selalu sama. Dari proses inipun, secara disadari atau tidak, dari sejumlah pejuang yang ada, matoritas mereka adalah manusia yang mengaku beragama Islam.

Sehingga tidak heran, peran ulama (tokoh islam) dalam perjuangan membebaskan diri dari terali penjajah, tak dapat dipungkri, apalagi dihilangkan. Pengorbnan yang mereka lakukan begitu besar nilainya, lantaran tujuan dan hasratnya bukan demi kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, namun cita –cita penduduk PRIBUMI. Biar komunitas besar ini di anggap bodoh dari sebagian hal, tapi yang jelas mereka pemilik negeri ini. Nenek moyang mereka berjuang dengan sepenuh hati, meskipun belum ada kata bersatu.www.radarbesuki.com
Memasuki meningkatnya kesadaran dan konsumsi pengetahun, ahirnya generasi demi generasi PRIBUMI mulai menyamakan tekad dan impian. Perjuangan tidak lagi sendiri –sendiri, tapi mulai terorganisasi. Kegagalan pejuang seblumnya, menjadi refrensi untuk berinspirasi. Bumi Nusantara harus bersatu, Pribumi tidak boleh ditunggangi. Dengan bersatu akan menimbulkan kekuatan besar, sehingga mampu menyetarakan kekutan. Dalam Proses ini pula, tokoh Islam (Ulama) terus membulatkan tekad, PRIBUMI wajib MERDEKA.
Pertempuran demi pertempuran terjadi antara PRIBUMI dengan penjajah yang selama ini merongrong kedulatan dan hasrat persatuan. Tumpahan darahpun menghiasi permukaan bumi Nusantara. Ada yang berteriak takbir  www.radarbesuki.com ALLAHU AKBAR dengan iringan irama desing peluru dan meriam, sebagian menyiapkan sumber daya alam (makanan dan minuman) demi berlangsungnya pertempuran.  Cucuran keringat menjadi saksi bisu apa yang mereka lakukan, hamparan dataran alam dan bukit pegunungan menatap semangat juang para penerus bangsa ini.
Kepemahaman dan hasrat (spirit) yang sama, terus membuat sang pejuang terbakar semangat. Dari sejumlah peristiwa semakin menumbuhkan dalam hatinya, bahwa persatuan dan kesatuan benar menjadi kekuatan besar yang tak terkalahkan. Mereka mengesampingkan keluarga, anak dan istrinya, demi bumi Nusantara Tercinta.  www.radarbesuki.com Bagi ulama atau Kyai, sesekali dengan rela meminggalkan santrinya, demi kesamaan cita –cita besar sebuah NEGARA. Bumi Nusantara yang akan menjadi Negara Kesatuan, satu dalam segalanya.
Proses perjuangan pun sudah terbentuk menjadi satu simbol, mereka berjuangan demi bumi pertiwi, Negara kebanggaannya. Demi leglitas negara ini, agar dunia mau mengakuinya, tidak sedikit pahlawan –pahlawan yang datang dari daerahnya, gugur dalam perjungan bersama. Negara harus MERDEKA, tanpa campur tangan warga asing, darah bangsa inipun dipertaruhkannya. Puncaknya, dari sekian banyak perjuangan, yang telah menjadi simbol persatuan adalah perjuangan menuju KEMERDEKAAN negara ini. 

Dari siratan ini, terlepas disadari, dipahami atau tidak, peras Ulama yang masyarakat Islam  kenal tergabung dalam kelembagaan adalah Nahdhatul Ulama (NU), berperan aktif dalam perjuangan demi Negara  Merdeka.  Setelah Merdeka, tidak banyak para Pahlawan yang masih tersisa, peduli dengan ummatnya. Melihat Islam Rohmatan Lil ‘Alamin, maka NU tetap kometmen dan terus konsisten demi kejayaan Negara yang bernama Indonesia ini. Satu misal, ‘Ungkapan tokoh Islam, Tokoh NU dan Kyai Panutan asal Jawa Timur.

KHR. As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah –Safi iyah SUKOREJO, dengan lantang dan begitu memukau mengatakan : Mengwal Negara dari Tapal Kuda. Konsistensi ungkapan ini secara tidak langsung diakui oleh pemerintahan Orde Lama hingga Orde Baru.
Sepanjang sejarah hingga kini masih menjadi bukti nyata atas adanya ungkapan itu. Terkini, masyarakat INDONESIA dan seluruh masyarakat di DUNIA tersentak, Presiden Joko Widodo menganugrahkan, melegitimasi, meyakinkan ummat bahwa KHR AS’AD Syamsul Arifin adalah PAHLAWAN NASIONAL bukan pahlawan tapal kuda atau daerah.
Besuki......
Besuki secara tidak langsung adalah cikal bakal wilayah yang ada di Tapal Kuda. Berangkat dari spirit kebersamaan tekad dan tujuan sang Pahlawan, kekuatan dan keragaman Culture yang ada, Besuki sempat menjadi Wilayah Karesidenan yang meliputi Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo sendiri. Relvansi dengan Probolinggo dan Pasuruan adalah Culture Relegius, yang bersumber dari kepulauan MADURA. Surabaya dan sekitarnya, sangat ada keterkaitannya dengan Besuki, lantaran berada digaris Jalur Pantura, serta dalam satu atau naungan NU yang tokoh besarnya dari SUKOREJO.
Apa makna yang tersirat dalam kalimat : Mengawal Negara dari TAPAL KUDA
Benarkah INDONESIA adalah TAMAN SARI DUNIA
Ikuti......... dalam edisi berikutnya



Jumat, 07 Oktober 2016

Pelantikan Pengurus LPBH NU Situbondo

Salam X-Kars
Situbondo - Radar Besuki

Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Situbondo menggelar acara pelantikan pengurus yang dilanjutkan dengan rangkaian acara sekolah hukum dan keadilan, seminar serta rapat kerja cabang

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, SH.  yang diharapkan hadir dalam pelantikan pengurus LPBH NU Situbondo  ternyata berhalangan hadir, disesalkan oleh sejumlah peserta dan undangan .

Pasalnya di samping sebagai ketua dewan pembina LPBH NU periode sekarang, Bupati yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada pilkada serentak 2015 lalu ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur LPBH NU, bahkan selama dua periode.

"Bupati kok bisa tidak hadir ya, padahal ini kan acara sakral, tadi waktu susunan pengurusnya dibacakan oleh PC NU beliau sebagai pembina, saya sebagai undangan kecewa, apalagi tadi acaranya sempat molor dimulai karena menunggu bupati," keluh salah satu undangan utusan dari banom NU PMII, Anis Mukaddas

Lembaga yang konsen dalam penyuluhan dan bantuan hukum di NU ini, dilantik langsung oleh ketua PCNU Situbondo, KH. Zaini Shonhaji. Turut hadir Ketua DPRD, Polres, Kejari, Pengadilan, seluruh lembaga dan banom NU, serta sejumlah advokat baik yang berada dalam naungan Peradi maupun KAI.

Sayangnya, acara pelantikan serta sekolah hukum dan keadilan yang diselenggarakan selama dua hari dengan mendatangkan narasumber KH. Muhammad Tamim Sufyan dan Dr. Imam Thabroni, di aula Hotel Sidomuncul 1 Pantai Wisata Pasir Putih Situbndo ini tidak dihadiri oleh Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, SH. 

"Kalau ada kesibukan lain seharusnya beliau kan bisa mewakilkan ke Wakil Bupati atau Sekda," ucap Anis

Sementara Direktur LPBH NU Situbondo, Daniel Maulana, SH. Enggan mengomentari ketidak hadiran Bupati Situbondo yang sempat ditunggu kehadirannya oleh panitia dan undangan hingga acaranya tak kunjung dimulai dan molor.

"Kami no comment, mungkin beliaunya ada acara di tempat lain yang lebih urgen," katanya dengan singkat.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Pondok Pesantren Wali Songo asuhan KHR. Kholil As'ad Syamsul Arifin ini menjelaskan bahwa, tujuan diadakannya pengukuhan dan acara lainnya adalah untuk menyambungkan niatan dan tujuan mulia pengurus LPBH NU dengan cita-cita luhur para pendiri NU dan para kiai kiai NU yang tersambung kepada nabi Muhammad SAW.

"Di samping itu kita tentunya akan memberikan bantuan hukum pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada warga Nahdlatul Ulama, untuk memperoleh keadilan, karena fokus kita ada di garapan litigasi dan non litigasi, juga ada hal hal lain yang menjadi visi dan misi LPBH NU," terangnya.

Munurutnya, pihaknya juga mengadakan raker untuk merumuskan ide dan gagasan dalam bentuk program kerja kemudian juga seminar dalam rangka menggali potensi dan pengembangan sumber daya manusia.

" Seminar ini kita mempunyai tujuan untuk membentengi dan membekali kaum nahdliyyin khususnya pengurus berkaitan dengan penguatan nilai nilai keaswajaan ditengah pertarungan ideologi yang sangat kuat," pungkasnya (Rabi)

Pameran

Salam X-Kars

Stand Polres Bondowoso Sedot Perhatian Penonton

Bondowoso - Radar Besuki

Anjungan Stan Pameran Polres Bondowoso dalam rangka Festival Muharram Expo 2016 Kab. Bondowoso, mampu  menyedot perhatian pengujung. Pada hari pembukaan Bupati dan jajaran Forpimda juga sempat mengunjungi stan ini.


Dalam stan ini dipajang berbagai macam peralatan Polri tiap satuan, seperti Satuan Lalu Lintas, Sabhara, dan Satuan Intel, Satuan Reserse Kriminal yang digunakan bertugas di lapangan serta informasi-informasi majalah dinding.

Pameran yang digelar di alun-alun Kironggo Bondowoso ini diresmikan dan dibuka oleh Bupati Bondowoso pada hari Sabtu (01/10) yang lalu, diharapkan ini bisa memberikan informasi dan edukasi masyarakat dan mendorong motivasi pelaku usaha di Bondowoso.

Selain itu para pengunjung juga diperbolehkan berfoto bersama peralatan Polri serta bersama petugas stan yang sedang menjaga.



Para petugas  penjaga stan yang diawaki para anggota Polres Bondowoso termasuk para Polwan muda itu juga memberikan penjelasan kepada pengunjung yang bertanya tentang kegunaan peralatan Polri, foto-foto di dinding dan informasi terkait Kepolisian seperti penerimaan personel Polri , tanda pangkat serta tata cara pembuatan SIM.

Memasuki hari ketujuh, stan Polres Bondowoso masih tampak ramai dipadati pengunjung mulai dari orang tua, anak kecil dan muda mudi. Situasi inipun dimanfaatkan para Polwan menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada para pengunjung untuk tetap berhati-hati untuk tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan di lokasi pameran dan keramaian serta menyampaikan bahaya penyalahgunaan Narkoba.(Rabi)

Tinjauan

Salam X-Kars

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB : Program Binmas Pioner Polres Situbondo Sangat UnikUnik

Situbondo - Radar Besuki



Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN dan RB Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA tinjau langsung program Binmas Pioner Polres Situbondo, Jumat (7/10/2016)

Kapolres Situbondo AKBP Puji Hendro Wibowo, SH. SIK bersama Pejabat Utama menyambut kedatangan Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN dan RB yang melaksanakan kunjungan di Polres Situbondo untuk melihat langsung dan membuktikan program Binmas Pioner.

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA yang didampingi Sekretaris Deputi Pelayanan Publik Dwiyoga Prabowo juga menebar 3000 benih ikan air tawar antara lain Nila, Gurami dan Koi di kolam budidaya yang terletak di Polsek Situbondo Kota, selain itu juga menanam bibit pepaya California dan Hawai serta pisang Raja.

Kepada para awak media yang hadir dilokasi, Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA mengatakan bahwa program Binmas Pioner ini memang unik dan suasana guyup para anggota Polres Situbondo sangat terasa apalagi pemandangan hijau kebun pepaya dan pisang ditambah adanya kolam ikan juga membawa suasana tenang dan nyaman. (Rabi)

Binmas Pioner Polres Situbondo

Salam X-Kars

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Apresiasi Program Primkopol Dan Binmas Pioner Polres Situbondo

Situbondo - Radar Besuki

Polisi Cilik (Pocil) dari TK Kemala Bhayngkari sambut kedatangan Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN dan RB Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA dengan kalungan bunga saat berkunjung ke Polres Situbondo, Jumat (7/10/2016)

Kedatangan Prof. Dr. Diah Natalisa untuk meninjau langsung program inovasi Polres Situbondo bidang Pengembangan Primkopol dan Binmas Pioner yang digagas oleh Kapolres Situbondo AKBP Puji Hendro Wibowo, SH. SIK.

Seperti diketahui bahwa Polres lain di Jajaran Polda JawaTimur sudah mengembangkan inovasi berbasis IT dan program inovasi Polres Situbondo memang berbeda daripada yang lain karena selain unik juga ditonjolkan kearifan lokal wilayah Situbondo yang penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani. Hal tersebut ditunjang dengan adanya lahan dan pantai sepanjang 165 km.

Saat memberikan arahan kepada seluruh Pejabat Utama Polres Situbondo dan Kapolsek Jajaran, Prof. Dr. Diah Natalisa memberikan apresiasi terhadap program pengembangan Primkopol yang telah berhasil memberikan bantuan modal kepada anggota untuk mengembangkan usaha diantaranya peternakan ayam boiler, ternak sapi, karamba dan perkebunan tebu.

Selain itu Polres Situbondo juga mengembangkan program Binmas Pioner seperti budidaya ikan air tawar, penanaman pohon pepaya hawai dan california serta kebun pisang raja dan pisang kepuk.

Prof. Dr. Diah Natalisa juga bangga karena program tersebut membawa hasil yang nyata guna meningkatkan kesejahteraan anggota Polri di Polres Situbondo, untuk Primkopol juga berhasil meraih juara 3 koperasi terbaik tingkat Nasional. Pada kesempata tersebut juga dilakukan pengecekan kegiatan pelayanan publik diruang SPKT dan pertokoan Alfamart yang merupakan unit usaha Primkopol.

Dalam sambutannya Kapolres Situbondo AKBP Puji Hendro Wibowo, SH. SIK mengucapkan banyak terima kasih dan merupakan suatu kehormatan Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN dan RB Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA berkunjung ke Polres Situbondo.

`` Kedatangan beliau menambah semangat seluruh anggota Polres Situbondo untuk lebih mengembangkan program Binmas Pioner ini `` tandasnya. (Rabi)

TAHAPAN KAMPANYE CAKADES

Salam X- Kars
Situbondo - Radar Besuki
Jelang Pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan pada 11 Okto- ber 2016 nanti, panitia pilkades Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo menggelar acara penyampaian Visi, Misi dan Program calon kepala desa (Cakades). Selain dihadiri oleh ratusan masyarakat, acara yang dilaksanakan tersebut juga dihadiri oleh forum pimpinan kecamatan (Forpimka) setempat, Rabu (5/10).

Menurut Ketua pantia pilkades Kotakan, H Saiful mengatakan, bahwa jadwal kampanye cakades di desanya diadakan 3 hari, mulai tanggal 5 sampai 7 Oktober. Namun hasil kesepakatan bersama dari ke empat cakades dan panitia penyampaian visi, misi dan program di depan masyarakat hanya dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober saja. Untuk tanggal 6 dan 7 Oktober akan dipergunakan oleh masing-masing cakades untuk melaku- kan dialog-dialog dengan masyarakat dan penyebaran pamflet- pamflet kepada warga. Sedang 8 sampai 10 Oktober memasuki hari tenang, hingga pada puncak pelaksanaan tanggal 11 Oktober. “Jadwal kampanye kita sediakan 3 hari, dari tanggal 5 hingga 7 Oktober.

Namun hasil kesepakatan empat cakades bersama panitia, maka hari ini merupakan kampanye penyampaian visi, misi dan programnya didepan masyarakat. Untuk tanggal 6 dan 7 para cakades hanya boleh berdialog dan menyebar pamflet ke masyarakat,”ujar H Saiful, Rabu (5/10). Saiful juga berharap, pada awal kampanye hingga pada puncak pelaksanaan nanti, akan berjalan sesuai harapan, yaitu lancar, aman dan damai dan tertib. Siapapun yang akan terpilih menjadi kepala desa Kotakan, akan bisa mewujudkan visi, misi dan programnya yang sesuai harapan masyarakat. Penyampaian ini akan dilakukan sesuai Nomor urut Cakades. Nomor 1 Jakfar, Nomor 2 Irwanto, Nomor 3 Edy Sumarsono, Nomor 4 Suriwan.

“Disinilah ujian para cakades, dalam kampanye ini, masyarakat akan memilih siapa yang mempunyai visi, misi dan program terbaik. Besar harapan kami, siapapun yang terpilih sebagai Kades, akan bisa mewujudkan harapan masyarakat,” imbuhnya. Untuk mengantisipasi keamanan masyarakat di ajang kampanye Pilkades, Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Bambang Irianto menyiagakan sejumlah angotanya yang dibantu oleh Koramil kota. “Kami bersama anggota yang dibantu oleh Koramil Kota hanya melakukan pengamanan saja terhadap jalannya kampanye pilkades. Alhamdulillah, berjalan lancar dan aman terkendali,”ujar Iptu Bambang Irianto


Tahapan Pesta Demokrasi Desa Kilensari kec Panarukan (pawai bersama para calon)
Dg DPT -+9000 jiwa
Diikuti Tiga calon Kades.




TAHAPAN KAMPANYE CAKADES

Salam X- Kars
Situbondo - Radar Besuki
Jelang Pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan pada 11 Okto- ber 2016 nanti, panitia pilkades Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo menggelar acara penyampaian Visi, Misi dan Program calon kepala desa (Cakades). Selain dihadiri oleh ratusan masyarakat, acara yang dilaksanakan tersebut juga dihadiri oleh forum pimpinan kecamatan (Forpimka) setempat, Rabu (5/10).

Menurut Ketua pantia pilkades Kotakan, H Saiful mengatakan, bahwa jadwal kampanye cakades di desanya diadakan 3 hari, mulai tanggal 5 sampai 7 Oktober. Namun hasil kesepakatan bersama dari ke empat cakades dan panitia penyampaian visi, misi dan program di depan masyarakat hanya dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober saja. Untuk tanggal 6 dan 7 Oktober akan dipergunakan oleh masing-masing cakades untuk melaku- kan dialog-dialog dengan masyarakat dan penyebaran pamflet- pamflet kepada warga. Sedang 8 sampai 10 Oktober memasuki hari tenang, hingga pada puncak pelaksanaan tanggal 11 Oktober. “Jadwal kampanye kita sediakan 3 hari, dari tanggal 5 hingga 7 Oktober.

Namun hasil kesepakatan empat cakades bersama panitia, maka hari ini merupakan kampanye penyampaian visi, misi dan programnya didepan masyarakat. Untuk tanggal 6 dan 7 para cakades hanya boleh berdialog dan menyebar pamflet ke masyarakat,”ujar H Saiful, Rabu (5/10). Saiful juga berharap, pada awal kampanye hingga pada puncak pelaksanaan nanti, akan berjalan sesuai harapan, yaitu lancar, aman dan damai dan tertib. Siapapun yang akan terpilih menjadi kepala desa Kotakan, akan bisa mewujudkan visi, misi dan programnya yang sesuai harapan masyarakat. Penyampaian ini akan dilakukan sesuai Nomor urut Cakades. Nomor 1 Jakfar, Nomor 2 Irwanto, Nomor 3 Edy Sumarsono, Nomor 4 Suriwan.

“Disinilah ujian para cakades, dalam kampanye ini, masyarakat akan memilih siapa yang mempunyai visi, misi dan program terbaik. Besar harapan kami, siapapun yang terpilih sebagai Kades, akan bisa mewujudkan harapan masyarakat,” imbuhnya. Untuk mengantisipasi keamanan masyarakat di ajang kampanye Pilkades, Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Bambang Irianto menyiagakan sejumlah angotanya yang dibantu oleh Koramil kota. “Kami bersama anggota yang dibantu oleh Koramil Kota hanya melakukan pengamanan saja terhadap jalannya kampanye pilkades. Alhamdulillah, berjalan lancar dan aman terkendali,”ujar Iptu Bambang Irianto


Tahapan Pesta Demokrasi Desa Kilensari kec Panarukan (pawai bersama para calon)
Dg DPT -+9000 jiwa
Diikuti Tiga calon Kades.




Kamis, 06 Oktober 2016

Komisi IV DPRD Banyuwangi Desak Pelaksana Proyek Jalan

Salam X-Kars
Banyuwangi Radar Besuki
Lambannya proses perbaikan jalan di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Giri, disikapi serius kalangan dewan. Menyusul banyaknya keluhan masyarakat, Komisi IV DPRD Banyuwangi mendesak pihak pelaksana proyek  segera menuntaskan perbaikan jalan tersebut.

Sekretaris Komisi IV, Salimi, mengatakan sejauh ini banyak masyarakat yang mengeluh terkait  proses pengerjaan proyek-proyek perbaikan jalan yang tengah berlangsung. Keluhan itu terutama soal lalu lintas yang tersendat akibat proyek  tersebut, seperti di ruas Jalan Hayam  Wuruk dan Jalan Brawijaya.  Oleh karena itu, Salimi berharap  pihak pelaksana proyek segera menuntaskan perbaikan jalan tersebut.

“Anggaran-anggaran (perbaikan jalan) di Jalan Hayam Wuruk dan Brawijaya diharapkan secepatnya diselesaikan agar masyarakat cepat menikmati hasilnya,” ujarnya kemarin (5/10).  Di sisi lain, Salimi mengaku sebenarnya masa pelaksanaan proyek  tersebut akan berakhir pada akhir tahun anggaran 2016, yakni Desember mendatang. Namun demikian,  pihak pelaksana diminta melakukan  percepatan.

“Karena dana untuk pembangunan tersebut berasal dari uang rakyat, maka rakyat harus segera menikmati hasilnya,” cetus politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Selain itu, Salimi juga mengingatkan instansi terkait, yakni  Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang  (PU-BMCKTR), melaksanakan pengawasan secara ketat agar kualitas pengerjaan proyek tersebut sesuai besaran teknis (bestek) yang  telah ditentukan.

“Jadi, proses percepatan tidak boleh mengesampingkan kualitas. Pengerjaan  harus sesuai bestek,” kata dia.  Salimi juga mengingatkan ancaman sanksi yang diterima pelaksana proyek jika pengerjaan melewati  batas yang sudah ditentukan. Sanksi   dimaksud berupa denda yang dihitung per hari keterlambatan.

“Kalau terlambat, pelaksana harus membayar denda,” pungkasnya. Informasi yang diperoleh Jawa  Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, proyek pemeliharaan  Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raden Wijaya, hingga Argopuro, menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2015.

Menurut analisis masyarakat sekitar lokasi proyek, hasil pengerjaannya dianggap kurang berkualitas. Hal itu bisa dilihat dari hasil hamparan cor semen atau cement treated  base (CTB) yang masih terlihat bergelombang. Warga sekitar proyek, Ainur Rofiq, mengatakan pengerjaan proyek pemeliharaan jalan tersebut masih ada beberapa tahap yang kadang tidak dilaksanakan   rekanan.

“Proses perbaikan jalan lama atau lazim disebut patcing sebelum proses penghamparan CBT, ada beberapa meter permukaan jalan tidak digilas dengan mesin vibrator,’’ ungkap warga Lingkungan Krajan II RT 01 RW  05, Kelurahan Penataban, itu. Demikian pula, ketika meratakan hamparan CBT tidak menggunakan motor grader dan hanya  menggunakan mesin tangan.

Cara seperti itu hasilnya tidak rata dan cenderung bergelombang. Berdasar papan nama  proyek, pemeliharaan jalan tersebut dikerjakan PT. Bintang Surya Tunas Mandiri dengan nilai kontrak Rp. 9.384.882.000 dan (Rabi)

Ratusan Siswa Ikuti Lomba Membatik

Banyuwangi - Radar Besuki
Mengiringi Batik Festival, Banyuwangi menggelar lomba mencantik batik di Taman Blambangan, Kamis (6/10). Uniknya, lomba ini diikuti ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Ratusan siswa SD se-Banyuwangi memadati sisi barat Taman Blambangan, taman hijau cantik di tengah kota Gandrung itu. Bak seorang profesional, ratusan siswa yang duduk di kelas 2-6 SD tersebut berhati-hati menggoreskan canting dan membentuk motif batik pada selembar kain putih. Sesekali, mereka juga terlihat tengah meniup canting berisi malam di tangan mereka.

Seperti yang dilakukan Frio Setyawan. Siswa SDN 1 Kampung Anyar Glagah ini terlihat lihai memainkan cantingnya. Meski dia laki-laki, dia tak kalah luwes dengan para perempuan dalam menorehkan lilin di atas motif Sekar Jagad Blambangan.

“Saya memang suka gambar. Ini juga diajarin sama guru barusan saja. Susah-susah gampang sih,” ujar Frio. Frio memang terlihat lebih mahir dibanding teman lainnya. Di saat siswa lain saat awal lomba sibuk mencanting nama masing-masing, beda dengan Frio yang langsung mencanting motif yang disediakan panitia. “Namanya terakhir saja, itu gampang,” katanya dengan tegas.

Vera Putri, peserta lainnya juga terlihat sangat menikmati lomba ini. Dia dengan lancar dan rapi menarik garis-garis dan pola di atas kainnya. “Gampang kok, sudah latihan. Di rumah juga biasa melihat ibu membatik, kadang juga ikut-ikutan,” kata pelajar kelas 2 dari SDN 2 Tampo, Cluring itu.

Dia merasa antusias mengikuti lomba lantaran ibu Vera adalah seorang pembatik. Vera bahkan juga berangan-angan menjadi pembatik seperti ibunya. Lomba mencanting ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Para peserta tampak bersemangat dan serius menarik garis sesuai pola-pola yang ada dalam secarik kain yang telah disediakan panitia. Mereka harus menyelesaikan mencanting motif batik Sekar Jagad Blambangan tersebut dalam waktu 2 jam.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan lomba ini sebagai upaya untuk melestarikan batik yang merupakan salah satu kearifan lokal Bumi Blambangan.

Namun yang paling penting, imbuh dia, menumbuhkan generasi pembatik di Bumi Blambangan. “Ini memang salah satu upaya kami agar warisan adiluhung kita ini tidak lekang oleh jaman. Menjaga agar masyarakat terus memiliki keinginan untuk menjaga batik dan mengembangkannya,” ujar Hary.

Dia melanjutkan, lomba ini sengaja menyasar pelajar SD karena bertujuan juga untuk menumbuhkan jiwa entrepreunership sejak dini kepada anak-anak Banyuwangi. "Jadi lewat lomba ini kita berusaha membentuk karakter untuk berkreativitas. Anak-anak SD ini sebagai embrio wirausaha masa depan,” imbuh dia.

Hary menjelaskan, potensi batik Banyuwangi saat ini semakin menunjukkan kemajuan. Sudah banyak sekolah yang memasukkan teknik membatik sebagai salah satu pilihan ektra kurikulernya. Bahkan daerah berjuluk The Sunrise of Java ini telah memiliki SMK yang menyediakan jurusan membatik.

Motif batik di Banyuwangi sendiri juga semakin bertambah dan mengalami peningkatan kualitas. Hary menyebut, peningkatan itu juga memberikan dampak bagi sektor ekonomi kreatif masyarakat.

"Semula hanya ada 9 IKM (industri kecil menengah), sekarang kurang lebih sudah ada 30-40. Batik kita juga dulu hanya ada 22 motif, sekarang sudah ada 62. Yang jelas meningkat banget, peminatnya bukan hanya masyarakat kita tapi juga dari luar daerah ," jelas Hary. (Rabi)

Rabu, 05 Oktober 2016

Kompetisi Chinese Britke

Salam X-Kars
Kompetisi Chinese Britke
Siswa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo mewakili Indonesia


Radar Besuki
Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.
Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.
Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kemarin selasa (4/10/2016).
Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.
Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.
Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah. “Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.
Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.
Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.
Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.
Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Rabi/Syam/wan)

Senin, 03 Oktober 2016

Insentif guru honorer dari APBD Jember terancam dihentikan.

 Salam X-Kars
Jember - Radar Besuki

Menurut anggota Komisi D DPRD Jember, Isa Mahdi, berdasarkan hasil studi bandinya ke Solo beberapa waktu lalu, insentif guru honorer adalah temuan BPK yang harus dihentikan penganggarannya. Jika Pemerintah Kabupaten Jember tetap memberi insentif guru honorer menggunakan mekanisme anggaran dari  mekanisme bantuan sosial, maka rawan resiko hukum yang menimpa guru honorer sendiri. Oleh sebab itu, jika Pemkab Jember ingin tetap memberi insentif guru honorer, hendaknya mencari nomenklatur selain mekanisme bantuan social.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Jember, Subadri Habib, menyatakan dengan kebijakan sekolah gratis, sekolah tidak perlu bingung karena sudah tersedia anggaran untuk insentif guru honorer dari APBD. (Rabi)

Minggu, 02 Oktober 2016

Tasyakuran

Salam X-Kars

Kapolres Bondowoso Hadiri Tasyakuran Peringatan 1 Muharram 1438 H

Bondowoso - Radar Besuki
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar acara Tasyakuran dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam. Sabtu (1/10/2016).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bondowoso, H. Amin Said Husni, bersama Wakil Bupati KH. Salwa Arifin, Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., Sekda Kabupaten Bondowoso, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir SAp, seluruh Pimpinan Forpimda, kepala SKPD dan tokoh Agama se Kabupaten Bondowoso.

Festival Muharram tahun ini tetap membawa pesan sebagai sarana untuk menggali potensi daerah, seni dan budaya di Kabupaten Bondowoso.
Acara Tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Bondowoso yang diaplikasikan dengan menggelar doa bersama demi mewujudkan masyarakat Bondowoso yang lebih baik, beriman berdaya dan bermartabat.
Nilai spiritual tersebut kemudian diserap menjadi sebuah budaya (culture), yang saat ini menjadi agenda rutin Pemkab dan masyarakat Bondowoso dalam menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1438 H.
Dalam Sambutannya, Bupati Bondowoso mengajak seluruh SKPD dan lapisan masyarakat Bondowoso untuk semangat dan optimis dalam menuntaskan seluruh pekerjaan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. “Kita harus senantiasa melakukan refleksi dan introspeksi dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan serta mencapai visi kita menjadikan masyarakat Bondowoso yang beriman, berdaya dan bermartabat,” tutur Bupati.
"Saya berharap Kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, agar bisa mengambil makna hakiki dari rangkaian Festival Muharram 1437 H, tidak hanya sebagai ceremony dan kegiatan tahunan semata, akan tetapi bisa mengambil langkah positif untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Bondowoso," tambahnya
Acara tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bondowoso, yang kemudian diserahkan kepada Sekda sebagai ketua panitia penyelenggara Kabupaten Bondowoso.(Rabi)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Penghargaan Kemen PPPA Untuk Bareskrim Polri

Salam X-Kars
Jakarta - Radar Besuki
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memberikan penghargaan kepada Bareskrim Polri.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan Bareskrim mengungkap beberapa kasus kejahatan seksual terhadap anak.

"Saya mengapresiasi Bareskrim Polri karena tahun ini telah berhasil mengungkap beberapa kasus kejahatan seksual terhadap anak berbasisonline dan cybercrime yang terjadi di beberapa titik dan locus (lokasi) rentan," ujar Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (2/10/2016).

Menurut Pribudiarta, kasus kejahatan seksual perlu ditangani secara serius. Kejahatan seksual dinilai sebagai jenis kejahatan luar biasa yang menjadi prioritas negara untuk diatasi.

"Maraknya kejahatan anak di bidang pornografi dan semakin banyaknya pedofil pemangsa anak-anak harus menjadi perhatian kita bersama," ujar Pribudiarta.

"Presiden sudah menyatakan kejahatan seksual terhadap anak itu serius," kata dia.

Berdasarkan data Bareskrim Polri, terdapat 955 kasus kejahatan seksual terhadap anak pada 2013. Sedangkan pada 2014 terdapat 382 kasus.

Adapun pada 2015, kejahatan seksual terhadap anak berjumlah 574 kasus. Sedangkan pada 2016 berkurang hingga hanya 29 kasus.

Kementerian PPPA menganggap, berkurangnya kasus kejahatan seksual terhadap anak yang dilaporkan kepada Bareskrim merupakan sinyal positif penegakan hukum terkait kasus tersebut.

Kendati demikian, Pribudiarta mengatakan penanganan kasus kejahatan seksual harus tetap menjadi prioritas seluruh elemen, termasuk dalam aspek penegakan hukum.

"Ini seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengaplikasikan dalam bentuk program dan kegiatan, termasuk aspek penegakan hukumnya," ucap Pribudiarta.(Rabi)

DAU Ditunda 20% Dana Tiap SKPD Ditanguhkan

Salam X- Kars 
Jember - Radar Besuki
 Akibat tertundanya Dana Alokasi Umum (DAU), sejumlah program setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan dipotong hingga 20 persen.
Anggota tim anggaran Pemkab Jember, Hadi Sasmito, menjelaskan, rencana tersebut akan dilakukan untuk dibawa pada pembahasan 

Perubahan APBD 2016. Pemotongan dilakukan untuk menutupi anggaran DAU yang ditunda, mengingat besaran DAU yang ditunda adalah sekitar 247 miliar. Pemotongan program SKPD tersebut di luar program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dana bagi hasil cukai tembakau di luar pajak rokok, dan dana insentif yang dikelola Dinas Pendidikan. 

Oleh karena itu, efisiensi dilakukan untuk membantu anggaran daerah yang sangat minim sehingga 22 janji kerja bupati, khususnya seperti program di sektor pendidikan dan kesehatan tetap terealisasi. Selain pemotongan anggaran, beberapa program juga akan terpending seperti pembelian aset roda empat,dan ada beberapa gedung di Rumah Sakit Daerah Kecamatan Kalisat yang tidak jadi dibangun.

Sebelumnya diberitakan, hingga saat ini tim anggaran Pemkab masih menunggu laporan penyesuaian anggaran dari seluruh SKPD yang akan diusulkan pada Perubahan APBD mendatang.(Rabi)

Ratusan Calon dokter akan Dikirim ke Banyuwangi

Salam X-Kars

Banyuwangi - Radar Besuki
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya akan mengirim ratusan mahasiswanya ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka melaksanaan program Bimbingan Kesehatan Masyarakat (BKM).
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U.(K) menjelaskan bahwa BKM merupakan program yang menerjunkan langsung para mahasiswa untuk membantu masyarakat memecahkan permasahan kesehatannya. "Para mahasiswa itu akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas," katanya di Banyuwangi, Sabtu (1/10/2016).

Dikatakan Soetojo, alasan memilih Banyuwangi sebagai daerah pelaksanaan program tersebut karena dianggap sebagai daerah yang tepat. Selain situasi daerahnya kondusif, masyarakatnya ramah, juga karena pariwisatanya sudah sangat berkembang.
"Kalau dikirim ke sini, mereka senang. Selain membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat, mereka bisa menjajal kuliner dan destinasi wisata Banyuwangi yang saat ini sedang menjadi primadona," katanya.

Sebelumnya, tim FK Unair sudah melakukan survei dan hasilnya, Banyuwangi dianggap memenuhi persyaratan yang telah mereka tetapkan, misalnya, kondisi fisik dan kelengkapan peralatan medis, serta kualitas penanganan pasien di puskesmas-puskesmas yang sudah baik.
"Kami mau permisi untuk kerja sama. Alhamdulillah, pemerintah daerah menerima dan menanggapi dengan baik. Setelah ini tinggal kami bicarakan detail teknisnya sebelum perjanjian kerja sama kami teken," ujar dia.

Setelah kerja sama ini disetujui kedua belah pihak, dia melanjutkan, FK Unair akan mengirimkan ratusan mahasiswanya untuk praktik ke Banyuwangi. Dalam satu tahun akan ada beberapa gelombang, dengan 60 mahasiswa dalam setiap gelombangnya.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas rawat inap yang ada di wilayah pedesaan di Banyuwangi. Mereka akan membantu pengobatan langsung kepada pasien maupun melakukan kegiatan kesehatan kepada masyarakat, baik yang bersifat preventif maupun promotif.

"Kami ingin program ini secepatnya berjalan. Gelombang pertama kita rencanakan pada bulan November 2016. Kami akan sebar mereka di 5 hingga 10 puskesmas," kata Soetojo.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik maksud kerja sama tersebut. Menurut dia, kerja sama ini akan memberi keuntungan kepada Banyuwangi, yakni dengan masuknya mahasiswa kedokteran ke desa-desa, pelayanan puskesmas diharapkan akan semakin baik.

"Selain itu, posyandu-posyandu juga akan semakin hidup," kata Wabup.
Mahasiswa kedokteran, lanjut dia, juga bisa membantu puskesmas setempat untuk menyukseskan program-programnya.

"Para calon dokter ini bisa membantu memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana mencegah maupun menangani suatu penyakit, ataupun memberi pengetahuan tentang kesehatan lainnya, seperti menjaga kebersihan, dan mengatur sirkulasi udara serta cahaya di dalam rumah," kata Yusuf.

Atraksi Terjun Payung Mewarnai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Salam X-Kars
Banyuwangi - Radar Besuki

Atraksi terjun payung mewarnai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu (1/10). Lima penerjun Komando Pasukan Katak (Kopaska) dari TNI Angkatan Laut terjun payung di langit dari helikopter milik TNI AL jenis Bell 412 dalam posisi ketinggian 6000 feet (kaki).

Kelima penerjun menggunakan parasut warna warni. Satu per satu menunjukkan kemampuannya. Mereka pun mendarat sempurna di hadapan ratusan peserta upacara. Gemuruh suara tepuk tangan pun menggema di lokasi peringatan Hapsak Pancasila itu.
Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Peringatan tahun ini bertemakan “Kerja Nyata untuk Kemajuan Bangsa sebagai Wujud Pengamalan Pancasila”. Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satpol PP, Korpri, BUMD/BUMN, elemen pemuda, mahasiswa dan pramuka.

Dalam amanahnya, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyatakan, dengan tema ini kita ingin mewujudkan Bangsa Indonesia dan Banyuwangi yang lebih maju.
“Tantangan apapun yang kita hadapi dari luar, harus bisa kita hadapi dengan memfokuskan diri pada kerja nyata untuk menghasilkan output yang berkualitas. Tentunya dengan tetap berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bangsa