Polres Bondowoso Terima Kedatangan Tim Wasrik

Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Kompol Kukuh S. Kurniawan SH.,MH., didampingi seluruh pejabat utama Polres Bondowoso menerima...

Sebuah Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

Wringin Anom kecamatan Panarukan,Rumah milik warga Kabul (70), pekerjaan tani, alamat dusun Barat Kebun terbakar pada saat ditinggal...

Penangkapan Spesialis Pengganda Uang Disaksikan Ribuan Masa Akhirnya Tak Berkutik Saat Diglandang

Bagi masyarakat Probolinggo, Jawa Timur, nama Taat Pribadi sudah tidak asing lagi. Pria berusia 46 tahun ini dikenal sebagai seorang spiritual pengganda uang...

Rapat Paripurna Gaduh Karena Anggota DPRD Tidur

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (2/11) berlangsung tegang...

5 Tersangkan Kasus Taat Pribadi Ditahan Polda

Hingga Rabu (2/11/2016) Polda Jawa Timur menetapkan dua Sultan Padepokan “Dimas Kanjeng” sebagai tersangka kasus penipuan penggandaan uang dan langsung menjalani penahanan...

Tampilkan postingan dengan label Lipsus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lipsus. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Hantu Wanita di 5 Gunung Indonesia

Dunia, Rabi
Belakangan ini gunung-gunung di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran para pendaki. Peralatan yang semakin murah dan efek media sosial merupakan beberapa penyebab kenapa mendaki gunung menjadi sesuatu yang hits. Padahal, hampir setiap gunung yang ramai didaki itu menyimpan kisah misteri yang susah dilogika. Namun hal itu sepertinya tak membuat ciut nyali para pendaki.
Seperti kelima kisah dari lima gunung di bawah ini. Percaya nggak percaya, berikut 5 kisah misteri gunung di Indonesia yang brilio.net kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Misteri kabut hitam gunung Sindoro.
Ada cerita yang berbau mistis mengenai gunung Sindoro. Salah satunya yaitu kabut yang sering menyelimuti kawasan tersebut.
Kabut yang sering disebut dengan sebutan 'Pedhut' itu ternyata ada dua jenis. Kabut berwana putih dan hitam. Kabut putih hampir setiap hari muncul dan sering menyelimuti badan hingga puncak gunung.
Sedangkan kabut hitam ini sering muncul di kawasan dekat puncak atau di wilayah tanaman vegetasi di Sindoro.
Konon menurut masyarakat sekitar gunung Sindoro, kabut yang hitam itu biasanya muncul tiba-tiba dan tidak lama, tapi sering membuat pendaki tersesat atau kebingungan untuk mencari jalan.


2. Misteri makhluk kerdil di gunung Slamet.
Konon di jalur Guci pendakian gunung Slamet terdapat makhluk kerdil yang dahulunya adalah manusia yang tersesat ketika sedang mendaki.
Makhluk kerdil tersebut awalnya mencoba bertahan hidup dengan memakan dedaunan seperti hewan, tetapi seiring berjalannya waktu makhluk kerdil itu kehilangan jati diri manusia karena terlalu lama hidup seperti hewan.
Makhluk kerdil tersebut suka bersembunyi karena takut jika bertemu pendaki.
Meskipun makhluk kerdil takut kepada manusia, namun apabila pendaki mendirikan tenda di sekitar Plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda maka makhluk kerdil ini akan mengambil dan memakan tanpa sempat disadari oleh para pendaki.

3. Benteng tak kasat mata gunung Halimun.
Gunung Halimun terletak di sebelah timur dari Gunung Salak, perbatasan antara Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Lebak.
Konon katanya, di sekitar wilayah ini terdapat benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang tidak kasat mata dan dijaga oleh ratusan harimau Sang Prabu.
Misteri Gunung Halimun ini tidak lepas dari sejarah kehancuran Kerajaan Siliwangi yang diserang Kesultanan Banten.
Karena mengalami kekalahan sisa-sisa pasukan kerajaan Siliwangi melarikan diri, laskar perang bubat melarikan diri ke Gunung Salak dan punggawa Siliwangi melarikan diri ke Gunung Halimun.

4. Pasar gaib gunung Merapi.
Cerita mistis di gunung Merapi yang satu ini memang paling dikenal di kalangan para pendaki. Di gunung berapi teraktif di Indonesia ini, ada satu lokasi yang dikenal mistis, yakni Pasar Bubrah.
Jaraknya yang hanya satu kilometer sebelum puncak, menjadikan tempat ini sebagai favorit bagi para pendaki untuk bermalam.
Mereka biasanya bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak atau sekadar menungu matahari terbit esok hari.
Tak jarang orang yang bermalam di Pasar Bubrah mengalami hal mistis, seperti mendengar suara-suara orang bertransaksi atau mendengar suara gamelan di malam hari.
Konon salah satu pendaki pemula pernah membeli sebuah pisang di lokasi ini. Padahal kenyataannya tak pernah ada warung berjualan di Pasar Bubrah.

5. Hantu wanita Ranu Kumbolo, Semeru.
Di balik keindahannya, Ranu Kumbolo ternyata juga menyimpan kisah misteri yang beredar luas di kalangan masyarakat sekitar dan para pendaki.
Ranu Kumbolo juga dikenal sebagai tempat istirahat para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak mahameru.
Konon para pendaki yang berkemah disini seringkali melihat sosok hantu wanita di tengah Ranu Kumbolo. Di tengah danau yang jernih ini pada malam bulan purnama sering muncul sosok penampakan yang diyakini sebagai dewi penunggu Ranu Kumbolo.
Penampakan itu sering muncul berupa kabut tebal yang berkumpul lalu menjadi sesosok wanita. (brilio/rabi)

Rabu, 14 Desember 2016

Telusur Nenek Rumah Batu Bondowoso

Gus A'ang Besokeh
Kurang lebih 15 tahun sang wanita berambut uban ini hidup dengan tumpukan batu. Meski dijemput warga dan kerabatnya, ia masih yakin kalau rumah batu adalah hunian terbaiknya.

                                           01                                                                  
Sakit Hati Setelah Ditinggal Suami
Perjalanan hidup rumah tangga manusia kadang tidak seirama dengan harapan. Jalinan hubungan resmi dibawah penghulu, sepertinya hanya sebagai syarat hukum adat disekitarnya. Misalnya, hidup Nenek yang akrab dipanggil Buk Sari ini. Dia hidup sebatang kara, tanpa suami dan anak dari hasil pernikahannya 43 tahun silam.www.radarbesuki.com
"Saya nikah dengan seorang pria yang saya tahu bernama Buradin. Kehidupan kami bahagia meskipun tak bergelimang harta. Saya hidup bertiga dengan ibu yang punya warisan ladang dan perkerbunan. Hanya saja, entah apa yang terjadi, mendadak suami saya pergi meninggalkan saya, entah kemana," tutur sang nenek yang rambutnya mulai memutih.
Misjani alias Buk Sari

Dengan ditemani tumpukan batu gunung yang menjadi alas beristirahat dan sekaligus menjadi pelindung dari panas dan hujan, sesekali nenek ini membenahi atap terpal rumah batunya. Dia seraya punya keyakinan kalau batu-batu iti adalah keluarga besarnya. "Batu ini ada laki ada perempuan, mereka berpasangan," jelentrehnnya.
Ketika ada warga yang tinggal agak jauh datang dari rumah batu si nenek ini, wanita berambut putih yang punya nama asli Misjani ini sesekali jawab obrolan sekenanya saja. Nasi yang diberikan oleh warga, bukan untuk dikonsumsi dirinya, melainkan dibagi-bagikan ke batu yang ditata berkelompok. Menurut keyakinan nenek Sari, batu itu hidup dengan keluarganya masing -masing.
"Begitulah mas. Dia bukan makan langsung apa yang kami kasihkan, baik nasi maupun kue dan lainnya. Dia lebih peduli dengan batu-batu itu. Meski hujan deras, panas saat kemarau, nenek itu selalu berada dirumah batu itu.www.radarbesuki.com Dia kadang datang kerumah ibu baratnya itu, hanya minta sekapur sirih untuk menginang," kata Pak Holifah, sambil menunjuk rumah ibunya.
Anehnya, mau dibilang setres, nenek ini diajak ngobrol layaknya warga yang lainnya. Dia bercerita bahwa ketika suaminya pergi meninggalkan dia, kondisi fisiknya masih segar dan rambutnya belum memutih. Dia juga ingat kalau punya ponakan bernama Buk Sie yang pernah jadi anak angkatnya.
Diatas lahan kosong area kebun sengon, Dusun Tegal Tengah, Kelurahan Curahdami, Kecamatan Curahdami, nenek berkalung barang antik ini menjadi teman hewan malam, lantaran tak ada listrik disekitarnya. Kabut mulai turun dan membuat kehidupan sekitar serasa akan membeku, sudah menjadi pemandangan rutin saben hari dikehidupannya. (Bersambung)

Rabu, 07 Desember 2016

Tersangka Narkoba Eka Samawi Menambah Catatan Vonis Bebas, Siapa Saja??

www.radarbesuki.com
PENGADILAN NEGERI BONDOWOSO, RABI
Bebas : Suasana sidang dengan terdakwa Bang Toyib di PN Tanjung Selor. Sidang perkara kepemilikan 2 kg sabu, majelis hakim membebaskan terdakwa dan mengembalikan berkas. Insert: Arman Suyuti alias Bang Toyib.

PUTUSAN Majelis Hakin di PN Bondowoso bukan hanya membuat pejabat yang gencar menggalakkan Program Gerdu Bersinar, tersentak. Namun, ketegasan dalam memberikan keadilan dan kepastian hukum oleh hakim yang diketuai Anas Mustaqim, SH, M.Hum ini, telah menambah catatan dalam daftar rakyat dijerat Narkoba, tapi bebas demi HUKUM.
SIAPA saja selain Eka Samawi - Warga Dadapan, Kecamatan Grujugan yang menerima putusan (vonis) bebas dari majelis hakim, berikut ini diantaranya.

Refleksi ....

Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Kasus Narkoba Divonis Bebas
TANJUNG SELOR – Keputusan mengejutkan dikeluarkan majelis hakim dalam sidang perkara kepemilikan narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Arman Suyuti alias Saddang (38). Pria yang akrab dipanggil Bang Toyib tersebut divonis bebas. Putusan ini sangat jauh berbeda dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman mati.
Sidang dengan agenda pembacaan vonis terhadap Bang Toyib digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor di Jl Jelarai Raya, Kamis (4/8) kemarin sekitar pukul 15.15 Wita. Sidang dipimpin hakim ketua, Sandi Muhammad Alayubi, bersama dua anggotanya Risdianto dan Indra Cahyadi. Hadir dalam ruang sidang JPU dan penasehat hukum terdakwa.
Terdakwa tiba di PN Tanjung Selor sekitar pukul 11.30 Wita, dengan pengawalan ketat anggota Polres Bulungan. Terdakwa harus menunggu lama, karena sidang kasus yang cukup mengundang perhatian publik ini baru dimulai sekitar pukul 15.15 Wita dan berlangsung selama kurang lebih sejam.
Pada persidangan tersebut majelis hakim berkesimpulan kewenangan sidang perkara yang menjerat Bang Toyib bukan oleh PN Tanjung Selor, karena lokasi kejadian di Bone, Sulawesi Selatan tempat Bang Toyib ditangkap.
Selain menyatakan persidangan perkara Bang Toyib bukan wewenang-nya, majelis hakim meminta kepada panitera untuk mengembalikan berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Tanjung Selor dan membebaskan terdakwa dari tuntutan. Majelis hakim juga membebankan biaya perkara kepada Kejaksaan Negeri Tanjung Selor.
Mendengar pernyataan majelis hakim tersebut, baik JPU maupun penasehat hukumnya tidak menyam-paikan pendapatnya. Sidang pun ditutup tanpa pembacaan vonis dari majelis hakim.
Ditemui usai sidang, penasehat hukum terdakwa Robi Anugrah Marpaung mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan langkah apa yang akan dilakukan. Dirinya masih akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Arman, selaku kliennya. “Pada prinsipnya kita masih pikir-pikir atas putusan ini. Namun demikian ini adalah putusan yang terbaik yang diambil oleh majelis hakim,” kata Robi singkat.
Arman alias Saddang alias Bang Toyib ditangkap di Bone, Sulawesi Selatan, 1 September tahun lalu. Pria yang diduga sebagai otak pembelian sabu-sabu seberat 2 kg yang dibawa terpidana 16 tahun, Nur Salam dari Malaysia itu, selain dijerat UU narkotika, juga dikenakan Undang-Undang TPPU.
Sebelumnya, JPU menuntut huku-man mati. Bang Toyib telah terbukti melanggar hukum, sesuai dengan pasal 114 jo pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Dan juga dikenakan pasal 3 UU Nomor 8 2010, tentang TPPU.

Kemudian.........

Dituntut Tujuh Tahun Terdakwa Narkotika Divonis Bebas Murni
Jakarta, Kamis, 13 Januari 2011 02:57 WIB
Novarina Adelin Y (25), terdakwa dalam kasus narkotika yang sebelumnya dituntut tujuh tahun penjara, divonis bebas murni di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu.
Majelis hakim yang diketuai Joni Palayukan, SH, MH, dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa tidak terbukti bersalah memiliki, memakai, menguasai dan atau menyimpan narkotika jenis sabu-sabu, sebagaimana dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya.
JPU Maudin sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun, plus denda Rp800 juta, dengan subsider sebulan kurungan.
Manurut JPU, terdakwa terbukti bersalah melakukan kejahatan itu di sebuah kamar Apartemen Mediatrania I, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada 18 Juni 2010, sebagaimana diatur dalam Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika.
Namun, hakim berpendapat sebaliknya, karena keterangan saksi dan barang bukti yang diajukan ke persidangan tidak mendukung tuduhan terhadap terdakwa.
Menurut hakim, saksi dari kepolisian, Bambang Siswanto, mengaku menemukan dan menyita barang bukti berupa sebutir pil ekstasi dari lemari pakaian terdakwa di sebuah kamar apartemen tersebut. Namun, penyitaan itu tidak disaksikan terdakwa dan seorang saksi pun. Kala itu, terdakwa sedang digeledah oleh saksi polisi lain di kamar mandi. "Penggeledahan dan penyitaan barang bukti tak bisa dilakukan hanya oleh seorang polisi, harus ada pihak lain yang menyaksikannya, baik oleh terdakwa atau keluarganya, maupun ketua RT setempat, sebagaimana diatur dalam pasal 33 KUHAP," ujar hakim.
Selain itu, keterangan mengenai barang bukti pun simpang-siur. Saksi dari kepolisian mengatakan barang buktinya berupa sebutir pil ekstasi yang mengandung metamfetamina, sementara dalam Berita Acara Pemeriksaan setengah butir, sedangkan ketika dibawa ke laboratorium kriminal bentuknya berubah lagi menjadi bubuk."Keabsahan barang bukti itu dari segi yuridis patut diragukan, apalagi dalam kasus ini tidak dilakukan pemeriksaan terhadap urine terdakwa," kata majelis hakim dalam pertimbangannya.
Karena itu, hakim memvonis terdakwa dengan bebas murni, dengan perintah supaya JPU mengeluarkan terdakwa dari tahanan sementara. Putusan itu disambut terdakwa dengan tangis haru. "Terima kasih, Pak Hakim," ujarnya dengan suara terbata-bata. Sementara itu, Jaksa Dede yang bertindak menggantikan Maudin, menyatakan pikir-pikir dulu.

Lagi.....

Terdakwa narkoba Dodi Irawan alias Dodi (37), tak kuasa menahan harunya, saat majelis hakim yang menyidangkan perkaranya menjatuhkan vonis bebas, Selasa (9/4/2013) sore.
Usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai oleh Masrizal SH menutup sidang, Dodi bergegas berdiri dari kursinya dan maju kedepan sambil menyalami majelis hakim.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabar SH yang semula tidak menyangka terdakwa akan divonis bebas, sempat kaget mendengar vonis majelis hakim tersebut. Sebab dalam sidang sebelumnya ia menuntut terdakwa Doddi dengan hukuman 7 tahun penjara dan ditambah denda Rp 1 miliar dengan subsider 1 bulan penjara. Atas vonis bebas itu Sabar langsung menyatakan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman. "Oleh karena itu terdakwa tidak terbukti telah melanggar pasal 112 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkoba," ujarnya.

Juga.....

Siti Nurjannah sumringah. Wanita 30 tahun ini senang dijemput keluarganya dari rumah tahanan negara. Ia sempat meneteskan air mata berpamitan dengan rekan satu selnya. “Keadilan ternyata masih ada. Aku bebas karena keadilan,” ucapnya sesaat sebelum meninggalkan Rutan Wanita Tanjung Gusta, Rabu (14/5).
Siti Nurjannah merupakan terdakwa kasus sabu yang divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Selasa (13/5) lalu. Warga Jalan HM Joni Kecamatan Medan Kota itu, dinyatakan bebas dari segala dakwaan dan tuntutan yang ditujukan kepadanya. “Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah memiliki, menjual ataupun memakai narkotika golongan I, dan membebaskan terdakwa dari tuntutan Jaksa dan memulihkan nama baik terdakwa dan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan rumah negara,” tegas ketua majelis hakim Zulfahmi, yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan ini.
Vonis bebas itu diterima Jaksa Penuntut Umum Pengganti, Randy Tambunan. Sedangkan Siti Nurjannah langsung kegirangan dan sempat menyalami majelis hakim lantaran merasa puas dengan putusan tersebut.
Bungsu dari lima bersaudara ini mengaku mendapat keadilan atas putusan majelis hakim ini. “Memang adil. Aku memang tidak salah. Aku cuma ngawankan kakak itu (Suhartini). Aku tidak tahu kalau dia mau transaksi narkoba,” ungkapnya. (Team Rabi)

Selasa, 06 Desember 2016

Menelusuri Pemegang Saham Negeri ini (01)



01
www.radarbesuki.com
Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari kepulauan, beragam Ras, suku, agama dan keyakinan. Sebelum menjadi sebuah nama yang kini menjadi panutan bangsa asing, kawasan ini bernama Nusantara. Entah butuh berapa tahun lamanya, agar pulau –pulau ini menjadi sebuah kesatuan, mencipta kekuatan, mewujudkan sebuah kemerdekaan. Dari Nusantara ahirnya menjadi sebuah negara kebanggaan, Negara INDONESIA.
 www.radarbesuki.comDari proses yang tidak mudah itu, tersirat lalu terbentuk simbol –simbol, sebuah nama yang menjadi kebanggaan pemiliknya. Kesadaran akan kesamaan tekad, membuahkan satu kekuatan besar, misalnya berjayanya Majapahit denga Patih Gajah Mada. Dengan apa yang dimilikinya, dapat menyatukan bumi Nusantara. Muncul tokoh –tokoh yang peduli dengan tanah kelahirannya, meyerukan bahwa hidup harus lepas dari sebuah kekakangan.

Terlepas berjalannya taqdir Ilahi Robby, bumi Nusantara telah menjadi jujukan bangsa asing untuk mengeruk kekayaan, sumber daya alam, demi negrinya diujung sana. Penduduk asli Nusantara (Pribumi) dijadikan budak nafsu, sapi perahan, hingga diperas keringatnya tanpa belas kasihan. Kita juga tahu ada kerja Romosa, tentunya tidak sedikit yang menjadi korban kebiadaban sang penjajah.
Dari semua rentetan peristiwa demi kehidupan dang penghidupan kala itu, tetntunya banyak nama –nama pejuang, pejuang demi tanah kelahirannya, pejuang demi keluarganya, pejuang demi cita –citanya. Berangkat dari ragam kepentingan dan cita –cita yang diseruakkan kepermukaan, hingga tidak hanya manusia yang beridentitas pria, wanitapun tak mau kalah dengan situasi dan kondisi yang sama.  www.radarbesuki.com
Menyebut nama dari para pejuang, bukanlah hal yang tak penting. Melainkan, hasil dari apa yang dilakukan tetntunya menjadi legitimasi apa yang selama ini diupayakan untuk diraihnya. Sebelum terbentuk sumpah pemuda, muncul perlawanan sengit dari putra –putri Bumi Nusantara, mereka semua se irama dalam tujuannya, mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Mereka yakin, dengan korbankan darah dan nyawa, penduduk Nusantara akan sejahtera.


Berguguranlah sang pejuang, satu persatu mereka meninggalkan nama dan kebanggannya bagi manusia yang masih tinggal dibumi Nusantara ini. Nama –nama pejuang yang setujuan dan sejiwa dalam niat, diabadikan, tersirat dalam beragam buku sejarah. Nama –nama itu tetap hidup dalam benak dan pikiran bagi penerusnya, penerus perjuangan demi kesejahteraan penduduk Nusantara.
Kerajaan –kerajaan yang bermunculan dengan pamer kekuatan, runtuh disaat ada dan berani membrantas pejuang yang hanya mementingkan keluarganya. Tinggallah nama, serta masa kejayaannya dalam siratan lontar yang tersebar disegala penjuru mata angin bumi Nusantara ini. Kekuatan, kedigjayaan, serta kemampuan menguasai waktu dan masa, hingga saat ini masih terlihat nyata dari sebagian yang pernah ada.  www.radarbesuki.com
Dari semua itu, terlihatlah bahwa bumi Nusantara ini meyimpan kekayaan yang luar biasa. Bukan hanya sumber daya alam (SDA), melainkan sumber daya manusia (SDM), dari yang bernyali hingga yang sakti madra guna. Penduduk Bumi Nusantara terbesar ada disebuah pulau yang dikenal dengan pulau Jawa. Dari proses alam, keinginan sang pencipta, ahirnya pulau itu menjadi 3 nama, Jawa bagian barat (Jawa Barat),  Jawa yang ditengah (Jawa Tengah) lalu Jawa bagian timur atau dikenal Jawa Timur.

Seiring itu pula, pulau –pulau yang tersebar secara alamiah sudah berlebel dengan nama yang menjadi culture  (budaya) disekitarnya.  www.radarbesuki.com Ragam nama itu bersimiliasi sejalannya waktu, hingga terwujud sebuah kawasan kesatuan yang luas terbentang dengan kebanggan dan Culture serta Agma yang tidak selalu sama. Dari proses inipun, secara disadari atau tidak, dari sejumlah pejuang yang ada, matoritas mereka adalah manusia yang mengaku beragama Islam.

Sehingga tidak heran, peran ulama (tokoh islam) dalam perjuangan membebaskan diri dari terali penjajah, tak dapat dipungkri, apalagi dihilangkan. Pengorbnan yang mereka lakukan begitu besar nilainya, lantaran tujuan dan hasratnya bukan demi kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, namun cita –cita penduduk PRIBUMI. Biar komunitas besar ini di anggap bodoh dari sebagian hal, tapi yang jelas mereka pemilik negeri ini. Nenek moyang mereka berjuang dengan sepenuh hati, meskipun belum ada kata bersatu.www.radarbesuki.com
Memasuki meningkatnya kesadaran dan konsumsi pengetahun, ahirnya generasi demi generasi PRIBUMI mulai menyamakan tekad dan impian. Perjuangan tidak lagi sendiri –sendiri, tapi mulai terorganisasi. Kegagalan pejuang seblumnya, menjadi refrensi untuk berinspirasi. Bumi Nusantara harus bersatu, Pribumi tidak boleh ditunggangi. Dengan bersatu akan menimbulkan kekuatan besar, sehingga mampu menyetarakan kekutan. Dalam Proses ini pula, tokoh Islam (Ulama) terus membulatkan tekad, PRIBUMI wajib MERDEKA.
Pertempuran demi pertempuran terjadi antara PRIBUMI dengan penjajah yang selama ini merongrong kedulatan dan hasrat persatuan. Tumpahan darahpun menghiasi permukaan bumi Nusantara. Ada yang berteriak takbir  www.radarbesuki.com ALLAHU AKBAR dengan iringan irama desing peluru dan meriam, sebagian menyiapkan sumber daya alam (makanan dan minuman) demi berlangsungnya pertempuran.  Cucuran keringat menjadi saksi bisu apa yang mereka lakukan, hamparan dataran alam dan bukit pegunungan menatap semangat juang para penerus bangsa ini.
Kepemahaman dan hasrat (spirit) yang sama, terus membuat sang pejuang terbakar semangat. Dari sejumlah peristiwa semakin menumbuhkan dalam hatinya, bahwa persatuan dan kesatuan benar menjadi kekuatan besar yang tak terkalahkan. Mereka mengesampingkan keluarga, anak dan istrinya, demi bumi Nusantara Tercinta.  www.radarbesuki.com Bagi ulama atau Kyai, sesekali dengan rela meminggalkan santrinya, demi kesamaan cita –cita besar sebuah NEGARA. Bumi Nusantara yang akan menjadi Negara Kesatuan, satu dalam segalanya.
Proses perjuangan pun sudah terbentuk menjadi satu simbol, mereka berjuangan demi bumi pertiwi, Negara kebanggaannya. Demi leglitas negara ini, agar dunia mau mengakuinya, tidak sedikit pahlawan –pahlawan yang datang dari daerahnya, gugur dalam perjungan bersama. Negara harus MERDEKA, tanpa campur tangan warga asing, darah bangsa inipun dipertaruhkannya. Puncaknya, dari sekian banyak perjuangan, yang telah menjadi simbol persatuan adalah perjuangan menuju KEMERDEKAAN negara ini. 

Dari siratan ini, terlepas disadari, dipahami atau tidak, peras Ulama yang masyarakat Islam  kenal tergabung dalam kelembagaan adalah Nahdhatul Ulama (NU), berperan aktif dalam perjuangan demi Negara  Merdeka.  Setelah Merdeka, tidak banyak para Pahlawan yang masih tersisa, peduli dengan ummatnya. Melihat Islam Rohmatan Lil ‘Alamin, maka NU tetap kometmen dan terus konsisten demi kejayaan Negara yang bernama Indonesia ini. Satu misal, ‘Ungkapan tokoh Islam, Tokoh NU dan Kyai Panutan asal Jawa Timur.

KHR. As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah –Safi iyah SUKOREJO, dengan lantang dan begitu memukau mengatakan : Mengwal Negara dari Tapal Kuda. Konsistensi ungkapan ini secara tidak langsung diakui oleh pemerintahan Orde Lama hingga Orde Baru.
Sepanjang sejarah hingga kini masih menjadi bukti nyata atas adanya ungkapan itu. Terkini, masyarakat INDONESIA dan seluruh masyarakat di DUNIA tersentak, Presiden Joko Widodo menganugrahkan, melegitimasi, meyakinkan ummat bahwa KHR AS’AD Syamsul Arifin adalah PAHLAWAN NASIONAL bukan pahlawan tapal kuda atau daerah.
Besuki......
Besuki secara tidak langsung adalah cikal bakal wilayah yang ada di Tapal Kuda. Berangkat dari spirit kebersamaan tekad dan tujuan sang Pahlawan, kekuatan dan keragaman Culture yang ada, Besuki sempat menjadi Wilayah Karesidenan yang meliputi Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo sendiri. Relvansi dengan Probolinggo dan Pasuruan adalah Culture Relegius, yang bersumber dari kepulauan MADURA. Surabaya dan sekitarnya, sangat ada keterkaitannya dengan Besuki, lantaran berada digaris Jalur Pantura, serta dalam satu atau naungan NU yang tokoh besarnya dari SUKOREJO.
Apa makna yang tersirat dalam kalimat : Mengawal Negara dari TAPAL KUDA
Benarkah INDONESIA adalah TAMAN SARI DUNIA
Ikuti......... dalam edisi berikutnya



Jumat, 30 September 2016

Kebo keboan BWI

Salam X-Kars
Berharap Hasil Panen Melimpah, Warga Alasmalang Banyuwangi Gelar Ritual “Kebo-keboan”


Radar Besuki
Warga Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh Banyuwangi kembali menggelar ritual kebo-keboan (Kerbau-kerbauan), pada Minggu (02/09/2016) besok. Ritual adat ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar sawah masyarakat subur dan hasil panennya melimpah.
Pada tradisi ini, sejumlah petani di desa tersebut kerasukan roh leluhur dan bertingkah layaknya kebo (kerbau). Kebo ini melakukan sebuah ritual layaknya hewan kerbau dalam proses bercocok tanam. Mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga kerbau ini menemani petani saat menabur benih padi.

Menurut panitia penyelenggara, Indra Gunawan, tradisi ini dilakukan setiap awal bulan Suro penanggalan Jawa. Tradisi kebo-keboan ini sebenarnya telah diawali sejak satu minggu lalu dengan berziarah ke makam Buyut Karti. Buyut Karti merupakan leluhur Desa Alasmalang yang mengawali tradisi ini sejak 300 tahun lalu.
“Konon, saat itu Desa Alasmalang dilanda wabah penyakit, lalu Buyut Karti mendapat wangsit untuk menggelar selamatan bersih desa. Selain juga adanya “petunjuk” menggelar adat kebo-keboan, dimana petani menjelma menjadi kerbau,” kata Indra, Sabtu (01/10/2016).


Mengapa kerbau? Kerbau ini, imbuh Indra, merupakan simbolisasi mitra petani di sawah yang dianggap sangat berperan dalam meningkatkan hasil panen. Tradisi ini, nantinya akan tepat digelar mulai hari ini. Ritual akan diawali kenduri desa, di mana warga membawa 12 tumpeng lengkap dengan ayam ingkungnya. Tumpeng ini pun dilengkapi 5 porsi jenang sengkolo, 7 porsi jenang suro. “Makna dari jumlah tumpeng dan jenang ini sebagai simbol jumlah bulan dan hari yang menandai siklus kehidupan manusia selama satu tahun ada 12 bulan, tujuh hari dan lima hari pasaran,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Selanjutnya, tumpeng-tumpeng akan dimakan bersama setelah didoakan oleh tetua adat. Usai makan tumpeng, akan dilanjutkan dengan ider bumi. Dalam ider bumi ini, belasan “kerbau petani” akan berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Setelah berkeliling desa, para “kerbau” itu melakukan ritual layaknya siklus bercocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi.


Para petani yang didandani layaknya kerbau tersebut sebagian ada yang diyakini kerasukan roh gaib. Mereka berjalan seperti kerbau yang sedang membajak sawah. Mereka juga berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati. Saat berjalan pun di pundak mereka terpasang peralatan membajak. Persis kerbau.
“Ritual ini pun diakhiri dengan prosesi membajak sawah dan menabur benih padi oleh kerbau-kebauan tadi. Dalam prosesnya benih padi yang nantinya ditabur oleh Dewi Sri ini akan banyak diperebutkan warga, karena diyakini bibitnya akan menghasilkan hasil panen yang lebih berlimpah,” ujar Indra.
Tradisi Kebo-keban di Banyuwangi ini digelar di dua wilayah yang berbeda. Selain di Alasmalang Singojuruh, kebo-keboan juga digelar di Desa Aliyan Rogojampi Banyuwangi pada 8 Oktober 2016 mendatang. (rabi)

Sungai

Salam X-Kars
Pasuruan Siapkan Perda Larangan BAB Sembarangan Di Sungai



Radar Besuki
Sejumlah upaya untuk menjaga air bersih serta sistem sanitasi yang baik terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten atau Kota Pasuruan. Upaya tersebut juga dibicarakan pada kegiatan Gahwa Ra’Se ngobrol arsani dengan tema “Berbagi Cerita Air Bersih dan Sanitasi di Pasuruan”.


Sejumlah narasumber hadir seperti BLH (Badan Lingkungan Hidup), Dinas PU Cipta Karya, Dinas Pengairan serta sejumlah narasumber lain. Acara tersebut dilaksanakan oleh Pemkab serta Pemkot Pasuruan yang didukung United States Agency International Development (USAID) bertempat di Kantor Camat Wonorejo.

Diperoleh informasi dari Gustap Purwoko, Kabid Cipta Karya, Pasuruan jika pihaknya tengah membahas peraturan daerah (perda) terkait larangan BAB (buang air besar) semabarangan di sungai atau saluran air.

Latar belakang munculnya gagasan perda tersebut dikarenakan banyak warga Pasuruan yang masih BAB dan buang sampah sembarangan.

Ditakutkan jika 10 tahun ke depan, sanitasi dan air di Pasuruan berubah jadi kotor.”ujarnya. Sekarang saja sejumlah mata air di Pasuruan tidak layak untuk dikonsumsi, beda dengan jaman dulu.

Terlebih di daerah Pasuruan utara yang airnya benar – benar sudah tercemar. Sedang Pasuruan selatan kondisi air masih layak untuk dikonsumsi.

Sejumlah dampak buruk seperti pencemaran lingkungan dapat mengakibat munculnya sejumlah penyakit seperti diare dan penyakit menular yang lain. (rabi)

Shimon Peres

Salam X-Kars
Shimon Peres Berpulang
Radar Besuki
Peres memegang hampir semua jabatan politik besar di Israel selama karirnya yang panjang, termasuk perdana menteri, presiden, menteri pertahanan dan menteri luar negeri.


YERUSALEM —
Mantan presiden dan perdana menteri Israel, Shimon Peres, yang memiliki karir pelayanan publik sepanjang sejarah negara itu sendiri, telah meninggal dunia pada usia 93 tahun. Peres menderita stroke parah dua minggu lalu dan tutup usia hari Rabu (28/9) di rumah sakit di Tel HaShomer.
Ia telah menjabat hampir semua posisi politik utama Israel dalam karirnya yang panjang, termasuk perdana menteri dua kali, presiden, menteri pertahanan dan menteri luar negeri. Ia merupakan anggota parlemen terlama dalam sejarah Israel, menduduki kursi di Knesset selama 48 tahun.
Peres lahir di tempat yang sekarang disebut Belarus tahun 1923 dan pindah ke Israel saat berusia 11 tahun, ketika negara Yahudi itu masih ada di bawah mandat Inggris.


Ia menyentuh dunia politik dan diplomasi untuk pertama kalinya pada usia 23 tahun, ketika ditunjuk untuk menjadi anggota Kongres Zionis di Basel, Swiss. Kongres tersebut dibentuk tahun 1897 untuk mendorong emigrasi Yahudi ke Palestina.
Peres pertama kali menjadi menteri pertahanan Israel tahun 1952, ketika masih berusia 29 tahun. Ia dianggap berjasa karena mengembangkan industri pertahanan dan antariksa Israel dan membeli persenjataan modern, yang membantu negara Yahudi yang baru lahir tersebut bertahan. Peres juga disebut-sebut telah bekerja untuk mengembangkan program nuklir Israel, yang tidak pernah dikukuhkan negara itu.


Militer Israel hancur akibat perang Yom Kippur tahun 1973 dan berkat Peres, yang lagi-lagi menjabat sebagai menteri pertahanan setelah beberapa pos lain, Israel bisa bangkit menjadi kekuatan militer yang besar.
Meski ia bertekad untuk membuat Israel lebih kuat, ia bekerja di belakang layar untuk perdamaian dengan Mesir. Sambil merotasi jabatan perdana menteri dengan Yitzhak Shamir, Peres juga berupaya mengurangi ketegangan dengan Lebanon dan Yordania.
Pencapaian besarnya adalah saat menjadi menteri luar negeri dengan Persetujuan Oslo, kesepakatan pemerintahan otonom Palestina, dimana Peres, perdana menteri saat itu Yitzhak Rabin dan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat sama-sama mendapat Hadiah Nobel untuk Perdamaian tahun 1994.
Peres menjadi perdana menteri untuk kedua kalinya ketika Rabin dibunuh tahun 1995, tapi ia kalah dalam pemilihan umum tahun berikutnya.
Ia menjadi presiden Israel dari 2007 sampai 2014, sebuah jabatan seremonial namun penting dari segi diplomasi.



Peres juga mendirikan Peres Peace Center, yang mengembangkan proyek-proyek kerjasama, ekonomi, pendidikan dan budaya, dengan Palestina, Mesir dan Yordania. Ia terus bekerja untuk perdamaian dan kerjasama sampai jatuh sakit karena stroke.​
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Peres mencurahkan hidupnya bagi kedaulatan rakyat Israel."Sebagai seorang yang memiliki visi, pandangannya tertuju pada masa depan,“ kata Netanyahu.
“Sebagai seorang yang mementingkan keamanan, ia meningkatkan kekuatan Israel dalam banyak cara. Sebagai orang yang cinta perdamaian, ia berusaha hingga hari-hari terakhirnya berekonsiliasi dengan negara-negara tetangga untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita."
Presiden AS Barack Obama mengatakan, Peres adalah orang yang paling keras berusaha membangun aliansi antara AS dan Israel, dan menggambarkannya sebagai seorang yang mendorong rakyatnya untuk berbuat lebih banyak.
Mantan presiden Bill Clinton mengatakan, dengan kematian Peres, Timur Tengah kehilangan pejuang perdamaian dan rekonsiliasi.


Para pemimpin dunia menghadiri pemakaman

Radar Besuki
Pemimpin Israel, Shimon Peres, yang wafat pada usia 93 tahun.
Dalam euloginya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkannya sebagai "pemimpin besar dunia". Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan kehadiran pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, pada pemakaman di Jerusalem itu merupakan pengingat akan "urusan perdamaian yang belum jelas".
Sebelumnya, Abbas sempat diragukan akan hadir pada pemakaman tersebut. Penjagaan keamanan diperketat menjelang upacara pemakaman, dan beberapa orang ditangkap. Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton yang turut membantu terjadinya perundingan di Olso antara Israel dan Palestina pada tahun 1993 menyebutkan Peres sebagai seorang "pemimpin besar".
Pertemuan Oslo itu kemudian menghasilkan anugrah Nobel Perdamaian bagi Shimon Peres pada tahun 1994. Ia mendapatkannya bersama dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat dan pemimpin Israel lain, Yitzhak Rabin.
Ketika menyampaikan eulogi dalam pemakaman Shimon Peres, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyamakan Peres dengan mendiang pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela."Dalam banyak hal ia mengingatkan saya pada beberapa sosok besar dari Abad 20 yang saya merasa terhomat bisa bertemu dengan mereka. Pria-pria seperti Nelson Mandela, perempuan-perempuan seperti Ratu Elizabeth," ujar Obama.

Reputasi Peres di Timur Tengah agak rumit dengan pengeboman di Qana, Lebanon selatan yang menewaskan lebih dari 100 orang yang berada di tempat penampungan PBB.
Hal itu terjadi saat ia, sebagai perdana menteri Israel, memerintahkan serangan untuk melawan tembakan roket dari gerakan militan Hisbullah. Jenazah Peres disemayamkan di luar gedung parlemen di Jerusalem sejak hari Kamis (29/09).
Kepolisian Israel mengatakan sebanyak 8.000 personel dikerahkan untuk operasi keamanan dalam pemakaman yang dihadiri ribuan orang ini. Dari Inggris, Pangeran Charles, Menteri Luar Negeri Boris Johnson dan mantan Perdana Menteri Tony Blair menghadiri upacara tersebut. (rabi)

Rabu, 21 September 2016

Daya PLN



Salam X-Kars

PLN Jamin Pasokan Daya Jawa-Bali Terpenuhi di 2018 

Radar Besuki
PT PLN (Persero) Regional Jawa Timur dan Bali mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati Ekstensi yang berada di Kabupaten Pasuruan. Hal itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan daya pada 2018.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa dan Bali Amin Subekti mengatakan manfaat pembangunan PLTGU Grati Ekstensi Peaker 450 megawatt (mw) ini nantinya akan mendukung pemenuhan kebutuhan beban puncak system interkoneksi 500 kV Jawa Bali yang mendukung keandalan sistem Jawa Bali.
"Energi listrik yang dapat dihasilkan per tahun sekitar 821 juta kWh dengan beroperasi selama lima jam saat beban puncak," kata Amin, di Surabaya, Rabu (21/9/2016).

Dengan adanya PLTGU Grati ini, menurut Amin, maka penyambungan daya terhadap rumah tangga dapat meningkat. Sehingga rasio elektrifikasi pun bakal naik, mengingat target untuk Jawa Timur di 2016 sebesar 90 persen.

"Adanya PLTGU ini diharapkan rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,9 persen pada 2020," katanya.

Menurut Amin, listrik yang nanti dihasilkan dari PLTGU Grati ini berfungsi sebagai pemikul beban puncak (peaker) pada sistem kelistrikan Jawa Bali. PLTGU Grati saat ini terdiri dari dua blok yang mendapatkan suplai gas dari Santos melalui sumur Oyong dan Wortel.

Suplai gas ini sanggup memasok tiga gas turbin (combined cycle) blok 1 masing-masing sebesar 100 mw. Sedangkan blok 2 (open cycle) berfungsi sebagai pemikul beban puncak (peaker). "Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2018," pungkasnya. (rabi)